BERITAKALTIM.CO- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) berencana akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) memanggil Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan pekan depan.
Pemanggilan ini dilakukan untuk menindaklanjuti masalah banjir yang terus bertambah bahkan terus meninggi di sejumlah titik.
Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan Nurhadi Saputra mengatakan, pihaknya akan meminta penjelasan dari DPU terkait upaya yang dilakukan untuk menangani masalah bencana banjir yang terjadi di Kota Balikpapan.
Karena upaya penanganan banjir ini, merupakan salah satu program prioritas dari Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud ketika mencalonkan diri di Pilkada Balikpapan 2020 lalu.
“RDP (Rapat Dengar Pendapat) ini juga bertujuan untuk memperkenalkan anggota Komisi III yang sekitar 70 persen adalah orang baru, sehingga juga tahu persoalannya,” kata Nurhadi kepada wartawan di Kantor DPRD Kota Balikpapan, Jumat (1/3/2022).
Nurhadi menjelaskan, tahun 2022 ini telah dianggarkan sebesar Rp 150 miliar untuk membiayai kegiatan penanganan banjir melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Kota Balikpapan 2022.
Anggaran ini akan difokuskan dalam membiayai penyelesaian pengerjaan proyek normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal yang menjadi fokus utama dalam upaya penanggulangan banjir.
“Saya berharap dari eksekutif ini merealisasikan, karena sudah ada anggaran beberapa penanganan banjir. Itu kan pasti berkaitan juga Sungai Ampal sampai dekatnya BSB. Karena kita tahu muaranya yang jadi masalah,” katanya.
Selain mempertanyakan penanganan permasalahan Banjir di kota Balikpapan, RDP digelar untuk memperkenalkan komposisi anggota Komisi III periode 2022-2024 yang baru.
“Hampir 70 persen anggota Komisi III adalah wajah baru, untuk itu kami akan mempelajari apa titik permasalahanya dan solusinya,” tutupnya. #
Wartawan: Thina
Comments are closed.