BERITKALTIM.CO- Usulan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan terkait penambahan pagu anggaran pembangunan Rumah Sakit Khusus Bersalin (RSKB) Sayang Ibu Balikpapan Barat menjadi topik perbincangan saat ini.
Persetujuan awal anggaran yang dialokasikan untuk proyek yang akan dibangun menggunakan skema tahun jamak sebesar Rp148 miliar. Kemudian, berdasarkan hasil uji kelayakan, anggaran yang dialokasikan bertambah menjadi Rp162 miliar. Terbaru, DKK Balikpapan melalui Pj Sekretaris Daerah Balikpapan Muhaimin, mengusulkan penambahan anggaran sebesar Rp29 miliar. Sehingga total menjadi Rp191 miliar.
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan, proses pembangunan Rumah Sakit Khusus Bersalin Sayang Ibu tetap berjalan. Saat ini tahapannya dalam pengurusan Analisis Mengenai Dampak lingkungan (AMDAL)
Pengurusan AMDAL menjadi lebih luas dikarenakan di depan rumah sakit merupakan Jalan Letjen Suprapto, akan tetapi posisi dbelakang rumah sakit tersebut adalah teluk Balikpapan.
“Jadi saat ini prosesnya baru konsultasi ke Kementerian kelautan. Dibelakang ada lalu lintas laut. Namun hasil konsultasi dari kementerian kelautan, karena pembangunan nya menggunakan anggaran APBD Balikpapan maka konsultasi selanjutnya cukup sampai Dinas Kelautan Provinsi Kaltim,” ujarnya kepada awak media saat ditemui di gedung DPRD kota Balikpapan, Jumat (20/5/2022).
Dio panggilan akrab dr. andi Sri Juliarty ditanya terkait kendala pergantian ganti rugi lahan warga yang menolak untuk berpindah meskipun itu merupakan aset pemerintah, Dio katakan Permasalahan ini sudah selesai, Walikota telah ini bersurat kepada keluarga terdampak agar mengambil dana santunan dari Pemerintah Kota Balikpapan.
“Jadi silahkan,sudah disiapkan. Tinggal berkoordinasi dengan Camat. Silahkan datang. Terkait ganti rugi diselesaikan mengenai santunan,” jelasnya.
Dio menjelaskan terkait jumlah santunan untuk masing-masing KK berbeda. Jumlah KK seluruhnya 17 Kepala Keluarga (KK). Besaran santunan diberikan berdasarkan ukuran lahan masing-masing.
“Jumlah santunan sekitar 4-5 Miliar yang dipersipakan. Lahan ini milik pemerintah, jadi pemerintah memberikan santunan. Santunan ini juga termasuk untuk pemberian bantuan kepada keluarga yang masih memiliki anak kecil,” jelasnya.
Terkait anggaran keseluruhan pembangunan rumah sakit ini, Dio katakan, mengenai total anggaran yang digelontorkan dalam pembangunan Rumah sakit tipe C Balikpapan Barat ini totalnya berjumlah Rp 191 Milar.
“Pembangunannya secara Multiyears, bertahap mulai dari pengurusan AMDAL, AMDAL Lalin, kemudia masuk MK dan Pembangunan Konstruksi, ksn ada tahapanya,” bebernya.
Dio menjelaskan untuk besaran penambahan pagu anggaran Rumah Sakit ini dikarenakan adanya yang aturan dari Kementerian Kesehatan tentang standar bangunan rumah sakit.
“Jadi peraturan yang berubah. Jadi setiap tempat tidur harus ada jarak, kemudian harus menyiapkan ICU 30 persen. Jadi untuk standar bangunan,” pungkasnya. #
Wartawan: Thina
Comments are closed.