BERITAKALTIM.CO- Menyadari pentingnya peran desa dalam pengelolaan dan pengembangan literasi statistik, Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (kaltim), melaksanakan Program Pembinaan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) pada 20 desa di 10 kabupaten/kota.
Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana menjelaskan, Desa Cantik adalah program peningkatan kompetensi aparat desa dalam pengelolaan dan pemanfaatan data. Dengan bentuk komunitas statistik desa sehingga perencanaan pembangunan lebih tepat sasaran.
“Singkatnya, Desa Cantik ini adalah upaya peningkatan literasi statistik dan kapasitas aparat desa terkait statistik,” jelas Yusniar.
Dalam melaksanakan Program Desa Cantik ini BPS Kaltim tidak hanya bekerja sendiri, namun juga melibatkan beberapa perangkat daerah, diantaranya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim yang menyiapkan data spasial dilengkapi dengan atribut informasi statistik dan Diskominfo Kaltim menjadi penyedia hosting server .
‘’Dengan kolaborasi data yang dimiliki masing masing perangkat daerah ini, kemudian dikompilasi dalam portal Desa Cantik,’’terangnya.
Sementara itu lebih jauh dijelaskan Yusniar, pemerintah desa sebagai pengampu sektor akan memperkaya informasi dengan data tentang desa yang dibantu oleh mitra pembangunan pemerintah, Deutsche Gesselschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ).
Portal resmi Desa Cantik sendiri, telah diresmikan oleh Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi dan disaksikan oleh Deputi Bidang Statistik dan Distribusi Jasa BPS Republik Indonesia (RI), Setianto pada Jumat, (7/10/2022) lalu.
Melalui laman https://desacantik.kaltimprov.go.id, portal Desa Cantik ini, menjadi wadah diseminasi terselenggaranya kegiatan Desa Cantik di Kaltim Juga menyediakan berbagai informasi mengenai Desa Cantik yang bermanfaat bagi para pengguna serta para stakeholder.
Data dan informasi disajikan dalam berbagai bentukDengan adanya portal Desa Cantik ini akan mempermudah siapa saja yang ingin mendapatkan informasi tentang desa mulai dari, lokasi sekolah, fasilitas kesehatan, tabel informasi, serta potensi sosial ekonomi desa. Berbagai kegiatan koordinasi kolaborasi dan pembinaan Desa Cantik juga terdokumentasi pada portal tersebut.
“Desa Cantik diharapkan dapat meningkatkan literasi, kesadaran, serta peran aktif perangkat desa/kelurahan dan masyarakat dalam penyelenggaraan kegiatan statistik,” imbuh Yusniar.
Program Desa Cantik juga menjadi sarana meningkatkan kapasitas desa dalam mengidentifikasi kebutuhan data dan potensi yang dimiliki desa. Program Desa Cantik ini sekaligus mendukung Satu Data Indonesia di level desa/kelurahan.
Adapun data 20 Desa Cantik di Provinsi Kaltim diantaranya adalah, Desa Sempulang dan Desa Suatang Keteban di Kabupaten Paser, Desa Penawai dan Desa Jengan Danum di Kutai Barat. Kelurahan Jawa, Loa Janan Ulu, Maluhu, Sungai Payang, dan Desa Pela di Kutai Kartanegara, Kandolo dan Sangatta Utara di Kutai Timur, Desa Batu-batu di Kabupaten Berau, Desa Sidorejo dan Desa Waru di Penajam Paser Utara. Desa Batu Majang di Mahulu, Kelurahan Sumber Rejo di Balikpapan, Kelurahan Makroman dan Kelurahan Pelita di Samarinda, serta Kelurahan Gunung Telihan, dan Kelurahan Guntung di Bontang.#Adv/Diskominfo Kaltim
Comments are closed.