BeritaKaltim.Co

Reses Siti Rizky Amelia di Berau: Kalau Kita Menjaga Bumi, Bumi Juga Menjaga Kita

BERITAKALTIM.CO- Siti Risky Amelia SE MM dalam kapasitasnya sebagai anggota DPRD Kalimantan Timur melakukan reses di Kabupaten Berau. Setelah sebelumnya di Kecamatan Biatan, berlanjut ke Kecamatan Talisayan, di kawasan pemukiman nelayan.

Pada kesempatan tersebut Rizky Amelia menyampaikan permohonan maafnya karena baru sempat mengunjungi warga, lantaran kesibukannya yang cukup padat.

“Mohon maaf bapak ibu saya baru bisa datang kembali ke talisayan,” ucap Risky menyapa warga di RT 29 Talisayan, Kamis (17/11/2022).

“Kedatangan saya ke sini selain untuk bersilahuhrahmi juga ingin memperkenalkan tamu kita, seorang pegiat lingkungan, beliau datang dari Bali khusus untuk bertemu bapak ibu semua di sini,” tambah Risky Amelia seraya memperkenalkan Wayan Aksara yang hadir bersama rombongan politisi dari Fraksi PPP itu.

Kedatangan Rizky Amelia bersama aktivis dari Bumi Kita Wayan Aksara, masih dalam misi reses atau serap aspirasi warga. Seperti diketahui Amel, demikian Siti Rizky Amelia akrab disapa, adalah politisi yang terpilih dari daerah pemilihan Kabupaten Berau, Kutai Timur dan Kota Bontang.

Sementara kehadiran Wayan Aksara untuk mengisi acara reses dengan mengkampanyekan masalah ancaman lingkungan dari sampah plastik.

Kegiatan reses Siti Rizky Amelia di Talisayan, Berau. Foto: RH/Beritakaltim.co

Pada kesempatan tersebut Wayan Aksara yang pernah menjadi ketua Trash Hero Indonesia kembali menyampaikan kegelisahannya karena perilaku kita selaku pengguna plastik yang berakibat fatal karena sampahnya masuk mengotori laut.

“Apalagi di daerahnya pesisir seperti di sini, sampah plastik bila dibuang begitu saja ke pantai akan dibawa ke tengah laut dan akan bembentuk pulau plastik. Itu sangat berbahaya bagi kehidupan ekosistem laut,” tutur Wayan Aksara.

Ia menambahkan sampah plastik tidak hanya dijumpai di daerah daratan, tapi juga menyebar ke wilayahan laut yang luasnya mencapai dua pertiga dari luas total Indonesia.

“Produk sampah kita yang dibuang ke sungai dan bermuara ke laut itu pertahunnya mencapai 1,29 ton dan kita berada di posisi kedua negara penghasilan sampah plastik terbesar setelah India,” tukasnya.

Kondisi ini, ucap Iwayan Aksara lagi, sangat memperhatinkan, sebab itu ia mengajak ibu dan bapak warga Talisayan agar ikut ambil bagian guna mengurangi produksi sampah plastik.

“Tapi ingat jangan sampai dibakar ya, seperti warga di Teluk Bodo mereka menggunakan limbah plastik untuk bahan bakar dan akibatnya sangat sangat berbahaya,” tukasnya.

Masalah sampah ini pun disambut baik oleh warga. Salah seorang dari undangan yang hadir dalam acara itu menyampaikan minat yang sama untuk menjaga lingkungan dari sampah plastik.

“Saya tertarik dengan apa yang disampaikan pak Wayan mengenai masalah sampah ini, namun yang kami harapkan kan juga ada dukungan dari pemerintah setempat,” ucap Hamdan.

Menanggapi keinginan warga itu, anggota DPRD Kaltim Siti Rizky Amelia mengatakan akan berusaha menyampaikan keinginannya kepada pihak pemerintah.

“Insya Allah, kebetulan nanti saya akan bertemu pak wakil bupati, kebetulan juga tadi kita sudah bertemu di bandara, sedikit sudah saya sampaikan masalah ini, namun nanti kita akan lebih intens menyampaikan apa,” tutur Amel.

Acara reses dihadiri warga dan juga tokoh masyarakat. Meskipun hanya berlangsung kurang lebih satu setengah jam, namun suasananya berjalan akrab dan penuh kekeluargaan. #ADV

Comments are closed.