BeritaKaltim.Co

Diskominfo Bersama D3AKB Ajak Awak Media Berperan Wujudkan Balikpapan Menjadi Kota Layak Anak

BERITAKALTIM.CO- Dukung Pemerintah Kota (Pemkot) menjadikan Balikpapan sebagai Kota Layak Anak (KLA), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Balikpapan menggelar diskusi dengan awak media.

Dengan mengusung tema “Peran Media dalam Mewujudkan Balikpapan Menjadi KLA” kegiatan itu berlangsung di Ballroom Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Rabu (7/12/2022).

Usai kegiatan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Balikpapan, Adamin Siregar mengatakan, alasan dirinya mengundang awak media untuk memberikan informasi kepada awak media apa saja yang harus dilakukan terkait dengan perlindungan anak.

“Tahun depan 2023 kami juga akan menyiapkan WiFi di tempat -tempat umum. Di situ juga nanti unsur masyarakat juga akan mendapatkan informasi. Apa saja yang harus dilakukan terkait dengan perlindungan anak ini,” ujarnya kepada awak media.

Di samping itu dia juga terangkan, pihaknya juga akan menyiapkan kisisinya baik melalui media yang dikelola oleh Diskominfo terkait dengan perlindungan anak tersebut.

Sementara itu berkaitan dengan tantangan sendiri, dia katakan. Sebenarnya semuanya ini kembali pada masing-masing keluarga. Khusunya orang tua bagaimana memberikan perlindungan kepada anak disekitar lingkungan mereka masing-masing.

“Jadi tidak mesti hanya pada anak kita sendiri melainkan anak yang lain juga mesti kita lindungi. Salah satunya terkait dengan kekerasan. Jika menemukan hal -hal itu dimasyarakat itu bisa disampaikannya kepada DP3AKB,” jelasnya.

Lanjut dia katakan, kedepan pihaknya juga akan menyiapkan sarana untuk mengamankan data -data terkait dengan perlindungan anak ini. Sehingga saat data-data tersebut dibutuhkan ketika ada penilaian itu tidak perlu lagi mencarinya.

“Ini mungkin salah satu tugas Diskominfo paling tidak menyiapkan sarana untuk mengamakan untuk menyiapkan data -data itu, sehingga tidak perlu lagi mencari.Kami harapkan nanti dari awal nanti kami fasilitasi menyiapkan sarana apa saja yang dibutuhkan. Dan kami bersama DP3AKB juga sudah menyiapkan itu, paling tidak menyiapkan aplikasi untuk bisa menampung data yang dibutuhkan,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Perlindungan Anak, DP3AKB Balikpapan, Kosyim menambahkan. Berdasarkan data yang diperoleh untuk kasus kekerasan terhadap anak Hingga 7 Desember berjumlah 52 Kasus.

“Yang terbesar adalah kasus pelecehan seksual, itu sebanyak 43 kasus data yang kami dapat sampai dengan 7 Desember ini,” jelasnya.

Artinya, kekerasan terhadap anak di Balikpapan masih tinggi, dan yang terbesar adalah kasus pelecehan seksual. Jadi memang diakuinya banyak faktor yang menyebabkan kasus kekerasan seksual ini terjadi. Pertama faktor internal keluarga, sekolah. Dimana tidak ada edukasi bagaimana anak ini berkelakuan dengan baik.

“Kemudian faktor eksternal, ini anak masih dibiarkan untuk berselancar HP tanpa adanya batasan. Jadi hp yang digunakan oleh anak itu harus dibatasi waktunya dan didampingi nah ini yang tidak dilakukan,” jelasnya.

Oleh karenanya, terkait perlindungan terhadap anak ini dirinya mengajak semua ikut bergerak. Baik dari unsur masyarakat, lembaga dan pemerintah, media massa yang ikut mengkampanyekan, kemudian dunia usaha. #

 

Comments are closed.