BeritaKaltim.Co

Soal Pemutusan Kontrak Proyek DAS Ampal, Pemkot Tunggu Evaluasi PPTK

BERITAKALTIM.CO- Pemerintah Kota Balikpapan hingga saat ini belum melakukan kebijakan terkait evaluasi tindak lanjut pengerjaan Proyek DAS Ampal di Jalan MT Haryono.

Saat ini realisasi pelaksanaan proyek pengendali banjir DAS Ampal yang akan menelan biaya hingga Rp 132 miliar tersebut masih jauh dari target yang diharapkan, di bawah angka 24 persen.

Batas waktu Show Cause Meeting (SCM) 3 telah berakhir pada 7 Januari 2023. Dan kontraktor meminta perpanjangan waktu hingga akhir Januari, untuk mengejar target pekerjaan hingga 32 persen.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Masud mengaku belum mendapatkan laporan lebih lanjut dari progres pengerjaan DAS Ampal.

“Saya akan panggil Sekda-nya. Yang jelas kami jalankan regulasinya, kalau harus putus ya putus. Itu komitmen kita,” kata Rahmad Masud seusai coffe morning di Aula Pemerintah Kota Balikpapan, Rabu (11/1/2023).

Ia menjelaskan bahwa pihaknya akan tetap menjalankan seluruh regulasi dalam pelaksanaan proyek ini. Namun apabila tidak sesuai dengan realisasinya, maka harus dilakukan pemutusan.

“Kalau prosedur regulasi dijalankan semua, kemudian tidak sesuai dengan realisasinya, maka kita wajib putus,” ujar Rahmad.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Balikpapan Muhaimin menyampaikan ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan, yang pertama adalah realisasi di lapangan, dan kedua adalah hasil konsultasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah ( LKPP).

Hasil itu kemudian akan menjadi dasar bagi Dinas Pekerjaan Umum (DPU) melapor Wali Kota Balikpapan untuk tindak lanjutnya.

Namun terkait permohonan perpanjangan waktu dari pihak kontraktor, Muhaimin menegaskan bahwa hal tersebut merupakan wewenang PPTK, karena menyangkut teknis.

“Itu murni nomennya PPTK, itu kan teknis,” ucapnya. #

Wartawan: Thina | Editor: Wong

Leave A Reply

Your email address will not be published.