BERITAKALTIM.CO- Kantor Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan yang ramah untuk semua kalangan termasuk penyandang disabilitas.
Pelatihan bahasa isyarat ini merupakan bagian dari penyediaan layanan Ramah HAM sesuai amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
Di mana pada Pasal 4 disebutkan tentang pelayanan inklusif bagi penyandang disabilitas yang berasaskan kesamaan hak, persamaan perlakuan/ tidak diskriminatif, serta ketersediaan fasilitas dan perlakuan khusus bagi kelompok rentan.
Dengan semangat mewujudkan budaya pelayanan prima, pegawai Imigrasi Balikpapan mengikuti peningkatan kompetensi petugas Imigrasi dalam penyebaran informasi berbasis ramah HAM.
Pelatihan tersebut diselenggarakan di Aula kantor Imigrasi kelas I TPI Balikpapan yang diikuti pegawai Kantor Imigrasi Balikpapan, Selasa (7/3/2023).
Dalam pelatihan bahasa isyarat ini, Kantor Imigrasi Balikpapan menghadirkan narasumber DPC (Gerakan Untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia) Kota Balikpapan dan Komunitas SEMUT (Semangat Muda Tuli) kota Balikpapan.
Dalam sambutannya, Kepala Seksi Teknologi Informasi Dan Komunikasi Keimigrasian Andrian Sutrisno menyampaikan terus berkomitmen dalam hal keterbukaan informasi publik terutama untuk penyandang disabilitas tuli yang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan informasi keimigrasian.
“Kegiatan ini merupakan ikhtiar kami memperjuangkan hak aksesibilitas dan inklusi bagi para penyandang disabilitas tuli, sehingga mereka juga mendapat informasi keimigrasian yang sama dengan masyarakat lainnya” ungkap Adrian.
Kegiatan yang diikuti oleh PNS dan PPNPN Kantor Imigrasi Balikpapan diajarkan mengenai penggunaan bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan orang-orang tuli secara efektif.
Disamping itu, mereka juga mendapat pelajaran mengenai pembuatan konten budaya tuli yang dapat diakses oleh orang-orang tuli melalui aksesibilitas visual, seperti teks dan gambar.
“Kami memberikan apresiasi kepada Kantor Imigrasi Balikpapan yang telah meningkatkan kompetensi pegawainya berbasis ramah HAM, semoga langkah ini bisa ditiru instansi pemerintah lainnya demi memberikan kesamaan layanan bagi para penyandang disabilitas,” ujar Dinda Ketua DPC Gerkatin Balikpapan.
Sebagai informasi, sosialisasi bahasa isyarat ini cukup menarik. Pemateri memberikan kisi-kisi materi yang bermanfaat untuk kemudahan dan kenyamanan orang tuli. Karena bahasa isyarat sangat penting untuk orang tuli.
Dengan memahami bahasa isyarat dapat memvisualkan suatu kosa kata, dan juga lebih mudah dalam menjelaskan sesuatu, menambah ilmu dan salah paham.
Disini pemateri memperagakan dan memperkenalkan abjad dengan mengunakan jari tangan. #
Reporter: Thina | Editor: Wong