BERITAKALTIM.CO- Diam-diam, Kabupaten Nunukan sudah menjelma menjadi ‘raksasa’ penghasil komoditas rumput laut. Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Nunukan Suhadi, kabupaten yang berbatasan dengan negara Malaysia itu penghasil tertinggi rumput laut di Indonesia.
Produksi rumput laut dari Nunukan berkisar 4.000 hingga 6.000 ton setiap bulan. Dari jumlah tersebut, diperkirakan omsetnya mencapi Rp25 miliar.
Lantaran itu, Pemkab Nunukan berusaha untuk semakin serius dalam membina para petani yang membudidaya komoditas ini.
“Nunukan menjadi penghasil rumput laut tertinggi di Indonesia. Tapi memang ada kesulitan paling mendasar dialami petani, yaitu penyediaan bibit,” kata Suhadi, Rabu (29/3/2023).
Saat ini, terkait bibit rumput laut, masih didatangkan dari Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Hal itu bukan saja membuat petani menjadi ketergantungan dengan pemasok bibit rumput laut, tetapi juga membuat biaya produksi lebih tinggi.
Apalagi transportasi pengiriman bibit menggunakan transportasi pesawat terbang yang tentu saja biaya menjadi sangat mahal.
“Usulan kami ada pusat pembibitan di Nunukan. Jadi tidak lagi cari bibit kemana-mana. Sebab, pada prinsipnya produksi bagus jika bibit dilakukan penyegaran setiap panen. Dan idealnya sekitar 4 kali panen harus diganti bibitnya,” kata Suhadi.
Sementara Ketua Asosiasi Rumput Laut Nunukan, Feri menjelaskan, perputaran ekonomi masyarakat di Nunukan cukup tinggi berkat rumput laut. Dalam sebulan, pengiriman rumput laut dari Nunukan bisa mencapai sekitar 6.000 ton.
“Artinya, ada perputaran uang sekitar Rp 25 miliar dalam sebulan. Nilai itu cukup besar loh, padahal sektor ini dimulai oleh masyarakat, dari masyarakat dan bukan pemerintah kan,” ujar Feri.
Terkait pengangkutan rumput laut, Feri mengatakan para petani membutuhkan armada khusus, karena yang digunakan para pedagang selama ini adalah kapal penumpang.
Selain ada kapal Pelni dan kapal penumpang swasta, ada juga kapal tol laut dan kapal kayu, dengan GT 35.
“Kenapa bergerak sendiri, belum ada armada khusus untuk pengangkutan rumput laut di Nunukan ini,” ujar Fery. #ADV
Reporter: Jhon | Editor: Wong