BeritaKaltim.Co

Meriah, Festival Kampung Seraung Desa Jembayan Tengah

BERITAKALTIM.CO- Memperingati Hari Lahir Desa Jembayan Tengah ke-17, digelar Festival Kampung Seraung. Berbagai produk UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) ditampilkan, termasuk juga berbagai kesenian daerah.

Festival Kampung Seraung berlangsung selama 5 hari. Diikuti oleh desa-desa di Jembayan, terutama para pelaku UMKM. Salah satunya UMKM Selingsing sebagai kampung kreatif di Desa Jembayan Tengah.

Di areal pameran terlihat menarik perhatian, yaitu makanan hasil kreatif warga dengan memanfaatkan limbah pohon pisang menjadi keripik. Nama produksinya mereka sebut “keripik gedebong pisang” karena memang bahan bakunya adalah pelepah gedebong pisang.

Ada juga madu kelulut tunggur yang semakin trend di masyarakat, karena semakin banyak yang berusaha membudidayakannya. Selain itu ada hasil produksi pertanian berupa beras yang sudah di-packaging dengan merek Seraung Eki Maknyus.

“Dalam perayaan ini kita kemas ini jadi satu. Yaitu ada ekspo dan juga penampilan adat istiadat, seni. Seluruh sanggar tari yang ada di Desa Jembayan Tengah kita tampilkan di festival kampung seraung. Kita juga tampilkan produksi desa kita seperti beras dan makanan-makanan singkung, dan lainnya,” kata Masnur, Kepala Desa Jembayan Tengah kepada redaksi Beritakaltim.

Sementara itu Kasubag Umum Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMDes) Kutai Kartanegara, Burhan, mengatakan, pihaknya hadir sebagai unsur pemerintah yang melakukan pembinaan kepada pemerintahan desa. Dia berharap setiap desa mampu membangun dan berkembang.

Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah yang rencananya hadir membuka Festival Kampung Seraung secara mendadak tidak bisa hadir. Acara pembukaan akhirnya diwakilkan kepada Camat Loa Kulu Adriansyah. Hadir juga anggota DPRD Kutai Kartanegara dari Partai Golkar, Johansyah.

Selain menampilkan seni tari asli Kutai dan Dayak, digelar juga seni budaya dari Banjar seperti adat perkawinan. Prosesi perkawinan suku Banjar ini cukup menarik perhatian lantaran digelar seperti sungguhan, di mana kedua mempelai seperti raja sehari.

Mempelai tidak boleh menginjak kaki ke tanah tanpa menggunakan tanduk kayu. Kedua mempelai kemudian digendong yang dikenali sebagai budaya mereka dengan sebutan “Bausung”.

Kemudian ada adat mengarak kedua mempelai keliling kampung tempat mereka tinggal. #

Reporter: Hardin | Editor: Wong | ADV/Diskominfo Kukar

>>> BERITA VIDEO: Meriah, Festival Kampung Seraung Desa Jembayan Tengah <<<

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.