BERITAKALTIM.CO- Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun menilai wajar begitu beragamnya tanggapan fraksi-fraksi dalam menanggapi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan Kalimantan Timur tahun 2023. Terutama menyangkut penyertaan modal baru Pemprov Kaltim kepada Bankaltimtara sebesar Rp3,7 Triliun.
“Wow. Ini menjadi kewaspadaan. Jangan sampai ini kemudian bertambah modal, bukan jadi produktif tapi malah parkir,” ujar politisi PDI Perjuangan dari Dapil Kutai Kartanegara itu, Senin (11/9/2023).
Keterangan Samsun disampaikan kepada wartawan usai memimpin rapat paripurna ke-31 di Gedung B DPRD Kaltim Jalan Teuku Umar, Karang Paci, Samarinda. Rapat terkait pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kaltim terhadap nota penjelasan keuangan dan rancangan peraturan daerah tentang APBD Perubahan tahun anggaran 2023 serta pandangan fraksi-fraksi terhadap nota penjelasan keuangan dan rancangan peraturan daerah tentang APBD tahun anggaran 2024.
Menurut Samsun fraksi-fraksi menyikapi dan memiliki sudut pandang yang berbeda terkait APBD. Apalagi terjadi kenaikan signifikan anggaran, di mana APBD tahun 2023 sebesar Rp17,1 Triliun, sementara untuk tahun 2024 naik menjadi Rp20,67 Triliun.
Samsun mengatakan; apakah dengan pengalokasian anggaran itu kebutuhan mendasar yang wajib sudah terpenuhi semua.
“Termasuk kebutuhan yang lain seperti belanja modal dan administrasi daerah,” kata Samsun.
Harapan dari fraksi-fraksi dengan penambahan modal pada Bankaltimtara bisa membantu operasional BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) itu dengan menggerakkan ekonomi sektor riil.
“UMKM terbantu, pelaku industri bisa sampai ke pelosok, dan Kredit Usaha Rakyak (KUR) bisa berjalan lancar,” ucap Samsun.
Menyangkut harapan penganggaran 2024 Samsun komitmen besaran APBD bisa membantu dan mengatasi masalah masyarakat di Kalimantan Timur. #
Reporter: Yani | Editor: Wong