BeritaKaltim.Co

Sekda Kukar Ziarah ke Makam Pendiri Kota Tenggarong

BERITAKALTIM.CO- Dalam perayaan hari ulang tahun ke-241 Kota Tenggarong, Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara Sunggono, memimpin ziarah ke makam pendiri Kota Tenggarong dan Raja-Raja Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Ziarah tersebut berlangsung di Kompleks Makam Raja Kutai bertempat di Museum Mulawarman Kamis, 28 September 2023.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai sejarah dan kearifan lokal.

Sekda Sunggono dan jajaran pemerintah daerah bersama keluarga kesultanan dengan khidmat meletakkan karangan bunga sebagai bentuk penghormatan di makam Raja-Raja Kutai Kartanegara.

Sekda Kukar Sunggono mengatakan Ziarah ini bukan hanya untuk mengenang, tetapi juga menghormati para Raja-Raja Kesultanan Kutai Kartanegara yang telah berjasa dalam sejarah daerah ini.

“Ulang tahun Kota Tenggarong adalah moment refleksi atas perjalanan panjang daerah ini, dari pusat kerajaan Kutai Kartanegara hingga menjadi pusat kota Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Ditekankannya bahwa Pemkab Kukar memiliki komitmen kuat untuk membenahi Kota Tenggarong dengan pendekatan pembangunan yang komprehensif dan terintegrasi.

“Pembenahan tata kota dilakukan dengan konsep kota yang ramah, bersih, modern, dan berbudaya,” tambahnya.

Berkaitan dengan IKN baru Nusantara, Sekda Sunggono menegaskan bahwa Tenggarong siap menjadi destinasi wisata unggulan.

“Kami berkomitmen pada penataan lingkungan, pembangunan fasilitas penunjang UMKM, hingga mewujudkan konsep pemerintahan smart city,” jelasnya.

Diharapkannya dalam moment ulang tahun Kota Tenggarong ini dapat memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai dan mempertahankan warisan budaya daerah.

Ziarah makam ditandai dengan menaburkan bunga dan meletakkan karangan bunga lompo di makam Raja Kutai ke-15 Sultan Aji Muhammad Muslihuddin atau lebih dikenal Aji Imbut kerabat Kesultanan bersama Sekda Kukar Sunggono dan Forkopimda Kukar.

Kemudian, dilanjutkan ke makam Sultan Kutai ke-20 HAM Salehoeddin II dan makam Hj. Adji Aida gelar Adji Ratu Prabu Ningrat yang merupakan ayahanda dan ibunda dari Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21 HAM Arifin, serta makam Sultan AM Parikesit dan Sultan AM Sulaiman.

Sebelum prosesi ziarah dilakukan, terlebih dahulu dibacakan riwayat pendiri Kota Tenggarong oleh Camat Tenggarong Sukono, riwayat tersebut disusun oleh (Alm H. Aji Bambang Abdurrachim gelar Pangeran Ratu Kesuma).

Kota Tenggarong harus berbenah dan terus berkembang menjadi kota yang nyaman dan mempesona berkat keindahan kawasan sungai Mahakamnya, adanya peninggalan sejarah dan eksistensi adat Kesultanan Kutai Kartanengara Ing Martadipura, serta memiliki kekhasan dalam budaya dan peradaban nusantara karena memiliki warisan budaya (cultural heritage) yang terjaga hingga saat ini.

Selain itu, untuk menyambut kehadiran IKN Nusantara di Kaltim, Kota Tenggarong harus disiapkan sebagai destinasi wisata unggulan dan kota pilihan yang dikunjungi oleh wisatawan di wilayah Kaltim.

Oleh karena itu, maka pembangunan Kota Tenggarong secara gradual harus dilakukan, di antaranya penataan lingkungan dengan sistem ruang terbuka hijau, penataan kawasan permukiman, pembangunan fasilitas penunjang maupun pengembangan UMKM, dan pembangunan pusat pertunjukan seni budaya dan kuliner.

“Serta tidak kalah penting lagi dengan menjadikan Tenggarong sebagai kota pemerintahan yang mengusung konsep Smart City, SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik), dan Satu Data Indonesia demi kemudahan dalam tata kelola pemerintahan,” tandas Sunggono.

Pihak kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Bupati Edi Damansyah gelar Pangeran Ady Prawiro, beserta jajaran dan Forkopimda serta pihak-pihak yang berpartisipasi dalam membangun Kota Tenggarong.

Dengan memperhatikan simbol-simbol budaya Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, seperti pembangunan Menara Tuah Himbau sebagai Landmark Kukar yang terdiri dari tiga bagian yang mengambil filosofi dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, dengan nama Taman Titik Nol Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Kegiatan erau merupakan bagian dari program dedikasi Kutai Kartanegara Kaya Festival (K3F) yang merupakan program terarah, terstruktur dan terukur sehingga pelaksanaan dapat terlaksana setiap tahunnya.

“Tentu kolaborasi perangkat daerah pengampu dan terkait sangat diperlukan terutama, dalam dukungan anggaran melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, dan OPD terkait lainnya. Hal ini agar pelestarian adat dan budaya kesultanan tetap terjaga serta lestari dalam wilayah Kukar,” demikian pungkas Heriansyah. #

Editor: Hoesin KH

Leave A Reply

Your email address will not be published.