BERITAKALTIM.CO – Pejabat PJ Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Akmal Malik, mengingatkan pentingnya pengelolaan anggaran yang efektif dan efisien kepada para pejabat di lingkungan Pemprov Kaltim. Hal ini disampaikan saat ia melakukan evaluasi kinerja di Dinas Lingkungan Hidup, Selasa (27/2/2024).
Akmal mengatakan, setiap bidang harus paham berapa uang yang dititipkan kepada mereka setiap tahun. Ia mencontohkan, dari anggaran 45 miliar rupiah untuk Dinas Lingkungan Hidup, bidang satu mendapatkan alokasi 7,4 miliar rupiah.
“Saya tanya, berapa untuk turunan pertama, berapa turunan kedua, berapa turunan ketiga. Tadi ada yang belum tahu karena kagetnya. Padahal, harusnya mereka tahu. Turunan pertama kita alokasi sekian, dan kita harus eksekusi sesuai dengan perencanaan kita. Contoh, 20 persen dari 7 miliar, ya berarti kurang lebih 1,9 miliar. Itu harus habis sampai bulan Maret,” ujarnya.
Akmal menegaskan, jika anggaran tidak habis sesuai target, maka ia akan mengambil tindakan tegas.
“Kalau tidak habis, kemarin Anda bekerja apa? Banyak di antara eselon kita yang tidak mengerti hal ini. Nah, inilah bagian dari pembinaan yang saya lakukan. Saya minta para eksekutor itu dulu, para pelaksana, paham dulu. Berapa alokasi yang dialokasikan untuk mereka, berapa turunan pertama, dan berapa targetnya. Kalau ada persoalan di situ, kita selesaikan. Jadi, ini bagian dari evaluasi yang kita lakukan setiap waktu, agar sekali lagi, nanti di akhir bulan, di bulan Maret, semua rata-rata harus di atas 90 persen,” tegasnya.
Ia juga mengatakan akan terus mengawasi kinerja para pejabatnya dengan turun ke lapangan. Ia mengaku, ia bisa memotong tunjangan kinerja jika pejabatnya tidak bekerja dengan baik.
“Makanya, sekarang saya hadir mengagetkan nih, ya, agar lebih kencang. Kan beda, kalau kualitasnya ya, soal PJ. Gubernur, ya, hadir. Gubernur bisa punya kewenangan untuk memotong tunjangan kinerjanya. Nah, maka saya hadir di lapangan. Kuncinya adalah kita turun ke lapangan, dan kita ingatkan secara aturan. Kita berharap, ini bagian dari pembelajaran untuk perbaikan ke depan,” ucapnya.
Ia mengaku, hasil evaluasi kinerja yang ia lakukan masih menunjukkan adanya janji-janji dari para pejabatnya. Ia berharap, janji-janji itu bisa direalisasikan dengan baik.
“Memang masih ada janji-janji tadi. Ada yang berjanji 90 persen, ya, dia akan kejar, katanya, karena takut. Karena bulan Maret besok, hadir lagi di sini, ya. Ada yang janji dari 91 persen, ada yang janji naik 5 persen, ada janji, pokoknya, berjanji di atas 50 persen semua. Walaupun dari kita masih ada yang di bawah 50 persen, ya, tapi saya yakin, mereka akan berusaha punya waktu nih, sampai bulan Maret nanti, ya. Saya akan kejar terus, karena itu adalah untuk mengelola anggaran untuk kesejahteraan masyarakat, ya,” pungkasnya. #
Reporter: Sandi | Editor: wong