BeritaKaltim.Co

Ketua MUI Balikpapan Meminta Warga Tidak Gaduh Terkait Aturan Penggunaan Pengeras Suara Masjid

BERITAKALTIM.CO- Ketua Majelis Ulama Islam (MUI) Kota Balikpapan Habib Mahdar Abu Bakar Al Qadri meminta warga tidak gaduh terkait aturan penggunaan pengeras suara atau speaker luar masjid.

Menurutnya, penggunaan pengeras suara merupakan pengingat sekaligus panggilan kepada umat muslim untuk melaksanakan kegiatan ibadah di Kota Balikpapan.

Polemik terkait aturan pengeras suara, kata dia, bila dibesar-besarkan dapat memicu konflik yang tidak diinginkan di Kota Balikpapan.

“Penyalahgunaan pengeras suara di luar masjid bisa menjadi sumber ketegangan di masyarakat. Oleh sebab itu jangan terlalu dibesar-besarkan,” ucapnya kepada awak media, Jumat (15/3/2024).

Dia menjelaskan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) beberapa kali telah mengeluarkan panduan terkait penggunaan pengeras suara dalam rangka menjaga nilai toleransi di tengah masyarakat yang beragam.

Salah satunya adalah Surat Edaran (SE) Menag nomor 1 tahun 2024 yang menekankan penggunaan pengeras suara dengan bijak, terutama selama bulan Ramadan.

Mahdar meminta warga Balikpapan untuk tetap menghargai mengingat Balikpapan memiliki beragam kultur.

“Pengeras suara masjid ini penting sebenarnya, kan ini panggilan seperti adzan subuh, untuk umat Muslim panggilan untuk salat, dan yang non Muslim bisa menjadi alarm,” ujarnya.

“Seperti untuk bangun menyiapkan diri untuk kerja, persiapan untuk membuatkan sarapan anak istri, ini penting sekali, bukan seharusnya menjadi masalah,” sambungnya.

Begitupun dengan syiar islam, asalkan disesuaikan dengan jadwal, begitu-pun dengan pengajian yang juga sekarang harus ada izin dari Kemenag. “Izin dari Kemenag ini untuk menangkal adanya aliran sesat,” ujarnya.

Lanjut Mahdar, yang terpenting dalam syiar Islam digunakan dengan sebenar-benarnya serta melihat waktu-waktu tertentu begitu-pun lokasi keberadaan masjid sebab Balikpapan ini memiliki beragam kultur.

“Ada waktu-waktu tertentu untuk meningkatkan volume pengeras suara, kita harus jaga agar tidak terjadi salah paham,” tutupnya. #

Reporter: Thina | Editor: Wong

Leave A Reply

Your email address will not be published.