BeritaKaltim.Co

Bupati Nunukan Minta Perumda Tirta Taka Dampingi Survei Air Tanah

BERITAKALTIM.CO- Krisis air bersih yang dialami masyarakat, khususnya di Pulau Nunukan, terus dicari solusinya. Bahkan Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid telah meminta kepada jajaran Perumda Air Minum Tirta Taka, mendampingi tim yang sudah turun melakukan survei lapangan.

Tim yang turun mencari sumber air tanah di Pulau Nunukan, melibatkan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan V Tanjung Selor bersama Balai Air Tanah Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Mereka sudah berada di pulau yang menjadi ibu kota kabupaten sejak pekan lalu.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Taka, Nunukan, Masdi menjelaskan, pihaknya sedang melakukan pendampingan selama proses survei sesuai dengan arahan Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid. Survei itu untuk mencari sumber-sumber air tanah di beberapa lokasi.

“Titik awal di Kelurahan Nunukan Tengah. Kemudian akan lanjut lagi ke beberapa lokasi lain yang kita usulkan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, air tanah menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kebutuhan air baku. Sebab, saat ini kondisi curah hujan yang minim membuat pelayanan air bersih belum optimal.

“Kondisi air baku di embung, masih minim. Untuk itu solusinya dengan menggunakan sumur bor dari air tanah. Kita doakan mudah-mudahan ini bisa terlaksana dan pelayanan bisa kembali normal,” jelasnya.

Sementara Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan SDA Kalimantan V, Bambang Pramujo menyampaikan kedatangannya bersama tim untuk melakukan survei data potensi air tanah. Lokasi yang disasar yakni wilayah Jalan Fatahillah, Nunukan Tengah.

“Survei ini dilakukan untuk pendataan potensi air tanah. Ini sebagai langkah tanggap darurat atas bencana kemarau di wilayah Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik,” ucap Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan SDA Kalimantan V, Bambang Pramujo, Kamis (21/3/2024).

Dijelaskan, air tanah dapat menjadi sumber air baku, di tengah minimnya curah hujan yang terjadi saat ini. Kemudian, solusi lainnya untuk mengatasi masalah kekeringan yakni membuat sumur bor.

“Tetapi data-data lapangan akan kami olah lagi di Laboratorium Air Tanah Bandung, untuk melihat hasil dari proses survei ini,” kata dia. #

Reporter: Jon | Editor: Wong

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.