BERITAKALTIM.CO – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) meningkatkan upaya edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan sebagai langkah preventif terhadap penyakit diare yang telah mencatatkan angka signifikan dalam tiga tahun terakhir.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kukar, terdapat peningkatan kasus diare yang cukup mengkhawatirkan. Pada tahun 2021, tercatat 4.362 kasus, sedangkan tahun 2022 menunjukkan sedikit penurunan menjadi 4.182 kasus. Namun, angka tersebut melonjak drastis di tahun 2023 dengan 8.167 kasus yang tercatat.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kukar, Supriyadi, mengungkapkan bahwa kasus diare telah merata di seluruh wilayah Kabupaten Kukar dan tidak terbatas pada kelompok umur tertentu.
“Kami melihat bahwa kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan menjadi faktor utama penyebaran penyakit ini,” ujar Supriyadi pada saat diwawancarai, Jumat (19/4/2024).
Penyakit diare, yang biasanya dapat sembuh sendiri dan berlangsung hingga 14 hari, dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
“Kami mengingatkan bahwa diare yang tidak ditangani dengan cepat dan tepat dapat menyebabkan dehidrasi, gangguan elektrolit, bahkan kerusakan ginjal,” tambah Supriyadi.
Sebagai respons terhadap situasi ini, Pemkab Kukar telah memulai serangkaian program edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan.
“Kami berharap dengan terus mengingatkan dan memberikan edukasi, masyarakat akan lebih memperhatikan kebersihan lingkungan. Ini adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit, khususnya diare,” tuturnya.
Pemkab Kukar berkomitmen untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat.
“Kesehatan adalah fondasi yang kuat untuk aktivitas sehari-hari. Dengan lingkungan yang bersih dan masyarakat yang sehat, kita dapat bersama-sama membangun Kutai Kartanegara yang lebih sejahtera,” pungkasnya. #
Reporter: Sandi | Editor: Wong