BERITAKALTIM.CO – Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, menegaskan pentingnya evaluasi dalam manajemen sistem, termasuk dalam pengelolaan program Beasiswa Kalimantan Timur (BKT). Dalam pertemuan melalui Zoom dengan Tim Evaluasi Pengelolaan Beasiswa Kaltim dari Rumah Jabatan Gubernur Kaltim, Akmal menekankan bahwa evaluasi merupakan langkah penting untuk memastikan program tersebut berjalan dengan baik dan sesuai harapan masyarakat.
“Jangan pernah membuat sistem kalau kita tidak berani melakukan evaluasi,” ungkapnya, Selasa, (16/7/2024).
Menurutnya, evaluasi adalah bagian integral dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan dalam sebuah sistem.
Program BKT, yang telah berjalan sejak 2018, menyediakan stimulan dan beasiswa penuh bagi pelajar SMA/SMK/MA hingga mahasiswa S1, S2, dan S3. Sejak diluncurkan, program ini mendapatkan respon positif dari masyarakat Kalimantan Timur. Bahkan, sejak era Gubernur Awang Faroek Ishak dengan program Beasiswa Kaltim Cemerlang (BKC), antusiasme masyarakat terhadap beasiswa ini sangat tinggi.
“Program BKT telah mendapat banyak masukan, pendapat, dan saran dari warga Kaltim. Itu artinya orang cinta dengan lembaga ini,” tambahnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para gubernur terdahulu yang membentuk Badan Pengelola Beasiswa Kalimantan Timur (BPBKT) dan melaksanakan program beasiswa bagi putra-putri terbaik Benua Etam.
Akmal menekankan bahwa ekspektasi masyarakat terhadap BPBKT sangat tinggi dan banyak harapan yang perlu diwujudkan. Oleh karena itu, dia berharap program BKT dan kinerja BPBKT terus dievaluasi dan disempurnakan agar lebih baik dan efektif dalam pelaksanaannya.
“Kita ingin niat baik yang digagas para pendahulu itu kita sempurnakan, agar sense of belonging orang Kaltim kepada lembaga ini benar-benar nyata,” tambahnya.
Akmal juga memuji kinerja anggota BPBKT yang bekerja sesuai keahlian dan dedikasi mereka.
“Saya sangat mengapresiasi kinerja BPBKT. Tapi sekali lagi, suatu sistem tetap harus dievaluasi,” tandasnya.
Ia mengingatkan bahwa evaluasi tidak perlu dianggap sebagai hal negatif. Bahkan dirinya sebagai Penjabat Gubernur Kaltim selalu dievaluasi setiap tiga bulan sekali. Evaluasi serupa juga dilakukan terhadap jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim.
“Saya saja selaku Pj Gubernur Kaltim selalu dievaluasi setiap tiga bulan sekali,” pungkasnya.
Dengan semangat evaluasi ini, diharapkan program BKT akan terus mengalami perbaikan dan peningkatan, sehingga dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Kalimantan Timur. #
Reporter: Yani | Editor: Wong
Comments are closed.