BeritaKaltim.Co

Pemprov Kaltim Tingkatkan Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga Melalui Program Kesetaraan Gender

BERITAKALTIM.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menegaskan komitmennya untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan berbasis masyarakat, terutama bagi Perempuan Ekonomi Kepala Keluarga (PEKKA), melalui program Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan. Langkah ini diambil untuk mengatasi kerentanan ekonomi yang sering dihadapi perempuan kepala keluarga.

Pemprov Kaltim menekankan bahwa peran kepala keluarga tidak selalu identik dengan laki-laki atau suami. Banyak rumah tangga yang dikepalai oleh perempuan, dan kelompok ini seringkali menjadi yang paling rentan terhadap masalah ekonomi.

Oleh karena itu, penting untuk memberdayakan perempuan dalam bidang wirausaha, yang pada gilirannya memberikan dampak positif terhadap keluarga, masyarakat, dan ekonomi secara keseluruhan.

Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kaltim, Noryani Sorayalita, menjelaskan pentingnya memberikan akses setara terhadap peluang bisnis dan sumber daya.

“Dengan memberikan akses yang setara terhadap peluang bisnis dan sumber daya, tidak hanya membuka pintu bagi kemajuan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan keluarga, memupuk perubahan positif dalam dinamika sosial, serta menciptakan kesetaraan gender dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” jelasnya pada saat diwawancarai, Rabu (31/7/2024).

“Salah satu upaya untuk peningkatan pemberdayaan perempuan pada sektor ekonomi adalah agar mereka dapat berperan sebagaimana mestinya, sehingga dapat mengangkat sumbangan pendapatan perempuan di Kaltim,” tambah Noryani.

Berdasarkan data e-infoduk DKP3A Kaltim, jumlah perempuan kepala keluarga di 10 kabupaten/kota di Kaltim adalah sebagai berikut: Kabupaten Paser sebanyak 16.063 orang, Kabupaten Kutai Kartanegara 43.271 orang, Kabupaten Berau 14.581 orang, Kabupaten Kutai Barat 9.912 orang, Kabupaten Kutai Timur 22.909 orang, Kabupaten Penajam Paser Utara 11.045 orang, Kabupaten Mahakam Ulu 2.347 orang, Kota Samarinda 55.844 orang, Kota Balikpapan 52.266 orang, dan Kota Bontang 10.358 orang.

“Pemprov Kaltim berharap dapat mengurangi kesenjangan ekonomi dan memberdayakan perempuan sebagai pilar penting dalam pembangunan ekonomi dan sosial di Kalimantan Timur,” pungkasnya.

Langkah konkret ini menunjukkan bahwa Pemprov Kaltim serius dalam upaya menciptakan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, yang akan membawa manfaat jangka panjang bagi seluruh masyarakat. #

Reporter: Sandi | Editor: Wong

 

Comments are closed.