BERITAKALTIM.CO-Lama rasanya di Kalimantan Timur umumnya dan Samarinda khususnya, kegiatan workshop yang berkaitan dengan penulisan naskah drama dan pementasan tidak dilaksanakan, namun Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV Provinsi Kaltim dan Kaltara, melaksanakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi insan-insan teater di Kaltim.
Workshop yang berlangsung selama 2 hari, mulai Jum’at (2/8/2024) hingga Sabtu (3/8/2024) di Rumah Adat Banjar, Dayak dan Kutai jalan Kadrie Oening, tentunya disambut antusias insan teater dan penulis-penulis yang ada di Kaltim.
Apalagi yang memberikan materi workshop atau nara sumber, merupakan tokoh-tokoh teater yang tidak lagi diragukan kemampuannya.
Narasumber yang akan memberikan materi adalah Syafril Teha Noor, tokoh teater dan budayawan yang berkecimpung dalam teater sejak tahun 1980-an. Secara khusus Syafril Teha Noor akan membedah naskah drama pada teater modern.
Seperti diketahui Syafril Teha Noor merupakan sosok teaterawan Kaltim yang paling detail dalam menggarap naskah teater, Syafril Teha Noor menginginkan sebuah pementasan teater haruslah sempurna. Kemampuan Syafril Teha Noor yang demikian itu tidak lepas dari keinginannya untuk terus belajar, sehingga saat Syafril Teha Noor menggarap sebuah pementasan teater, maka penonton akan disuguhi sebuah pementasan yang enak, mengalir dan penuh nuansa.
Sedangkan Tehnik Penyusunan Naskah Drama, akan diberikan H Sahabudin alias H Pance, teaterawan yang telah malang melintang di berbagai pementasan tingkat nasional, sehingga kesempatan yang diberikan H Pance, bisa jadi merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi pekerja atau seniman-seniman teater yang akan mengikuti workshop tersebut.
Tidak kalah menariknya adalah Irwan Darmansyah yang lebih dikenal dengan nama Wawan Timor, tokoh teater dan sutradara yang telah menggarap berbagai naskah teater, baik naskah teater buah karya teaterawan nasional maupun internasional. Wawan Timor bahkan bisa dikatakan sebagai sutradara yang mumpuni. Garapan-garapannya tatkala menjadi sutradara sebuah naskah, cukup berhasil dan bahkan Wawan Timor pernah menjadi sutradara dalam sebuah pementasan di Kuala Lumpur Malaysia.
Yang jelas kegiatan yang dilakukan Hamdani sebagai pelaksana, merupakan angin segar bagi hidup kehidupan teater di Kaltim.#
Reporter|Editor: Hoesin KH
Comments are closed.