BeritaKaltim.Co

Dangdut Jadi Jalan Baru Anak Daerah, Audisi D’Academy 8 Diserbu Talenta Kaltim

BERITAKALTIM.CO-Ratusan generasi muda dari berbagai daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) memadati audisi offline D’Academy musim ke-8 yang digelar di Hotel Horison Sagita, Sabtu (2/5/2026). Fenomena ini menunjukkan dangdut kini bukan sekadar hiburan, tetapi telah menjadi jalur alternatif bagi anak daerah untuk menembus industri kreatif nasional.

Para peserta datang dengan persiapan matang membawa mimpi besar untuk mengubah masa depan melalui panggung musik, meskipun sejak pagi harus menunggu. Audisi yang diinisiasi Indosiar ini menghadirkan juara D’Academy 4, Fildan Rahayu sebagai juri, serta Valen DA7 sebagai bintang tamu.

Kehadiran keduanya tak hanya menjadi daya tarik, tetapi juga simbol nyata bahwa ajang ini mampu melahirkan bintang baru dari daerah.

Direktur Emtek Media, Harsiwi Achmad, menegaskan tingginya antusiasme peserta menjadi bukti bahwa peluang di industri dangdut semakin terbuka lebar.

“Kami ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi generasi muda untuk menunjukkan bakatnya. Kehadiran para alumni diharapkan bisa menjadi motivasi sekaligus gambaran nyata bahwa mimpi itu bisa diraih,” ujarnya.

Salah satu peserta, Zahra asal Samarinda, mengaku menjadikan audisi ini sebagai titik balik untuk meraih cita-cita. Ia telah berlatih jauh hari demi tampil maksimal di hadapan juri.

“Sejak tahu ada audisi di Balikpapan, aku langsung latihan supaya lebih siap. Sekarang tinggal tampil maksimal saja,” katanya.

Di sisi lain, Fildan melihat kualitas peserta dari Balikpapan dan sekitarnya cukup kompetitif. Menurutnya, karakter vokal yang khas menjadi modal penting untuk bersaing di industri musik dangdut saat ini.

“Banyak yang bagus dan punya ciri khas masing-masing. Ini penting untuk bisa naik ke tahap berikutnya,” ujarnya.

Ajang D’Academy sendiri telah lama dikenal sebagai salah satu program pencarian bakat paling sukses di Indonesia. Lulusan-lulusannya kerap langsung mendapat tempat di industri hiburan, menjadikan kompetisi ini sebagai pintu masuk bagi talenta baru dari berbagai daerah.

Tingginya partisipasi peserta di Balikpapan juga mempertegas bahwa daerah memiliki potensi besar dalam melahirkan bintang nasional. Dengan usia peserta yang dibuka mulai 14 hingga 23 tahun dan tanpa biaya pendaftaran, audisi ini semakin inklusif bagi siapa saja yang memiliki bakat dan tekad.

Lebih dari sekadar kompetisi, audisi ini mencerminkan perubahan cara pandang generasi muda terhadap dangdut, dari musik tradisional menjadi peluang karier yang menjanjikan. Balikpapan pun kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu lumbung talenta yang siap bersaing di panggung nasional.(*)

NIKEN | WONG

Comments are closed.