SEBUAH Monumen berbentuk lingkaran, dan terdapat ada dua buah prasasti, dikenal oleh warga Balikpapan khususnya dan pada umumnya Kalimantan Timur (Kaltim).
Monumen bersejarah ini, disebut Tugu Australia, berdiri dengan kokoh berada di persimpangan Lapangan Merdeka, di kawasan Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Balikpapan Kota, Kota Balikpapan.
Keberadaan Monumen tersebut, menandakan di masa lampau di awal Juli 1945, Devisi ke 7 Asutralia (Tim Gabungan), yang terdiri dari Australia, Amerika Serikat dan New Zealand, disebut dengan “Pasukan Sekutu”.
Berkekuatan sebanyak 21000 personil diangkut dengan sejumlah Kapal Perang, Landing Chip serta kapal lainnya, mendaratkan infantrinya di kawasan pantai Balikpapan, dalam sandi Oubu II, pada Perang Dunia II (PD II).
Dengan adanya monumen, tersebut sebagai bukti telah ada Operasi Oubu II di Balikpapan. Didahului dengan operasi OUBU I, dilakukan Sekutu, di Pulau Tarakan pada bulan Juni 1945 silam.
Setelah berhasil di Tarakan, kemudian melanjutkan ke Balikpapan, dengan misi sama untuk pendaratan. Sebelum melakukan pendaran terlebih dahulu mengutus tim intelejen (Peningat/mata-mata) sebanyak 7 orang.
Tim pengintai atau intelejen berjumlah 7 orang, telah di berangkatkan dari pangkalan Sekutu, “Davao” yang berkedudukan di Pulau Mindanao, Filipina bagian Selatan. Dengan menumpang Kapal Selam, didaratkan di Pantai Sigago. Gunanya untuk menghimpun informasi, serta meminimalisir jatuhnya korban dalam operasi Oubu II. Agar peristiwa Oubu I, di Tarakan, tidak terulang kembali, ketika itu tentara Sekutu banyak jatuh korban.
Operasi Oubu I (Tarakan) dan II (Balikpapan), dipimpin langsung oleh Jenderal Mac Arthur selaku Panglima tertinggi Barat Daya, Pasifik. Operasi Oubu I dan II, merupakan pembebasan Kalimantan Timur (Kaltim).
Sebagai salah satu langkah awal pembebasan, di Indonesia dari cengkraman fasissme Jepang di Asia (Sourse) dalam perang Asia Pasifik.
Dengan kekalahan Jepang di Tarakan dan Balikpapan, adalah awal kekalahannya di Indonesia, merupakan akhir dari perjalanan Perang Dunia II.
Dampak dan latar belakang, serta kronologi, dalam operasi Oubu II, sangat memilukan bagi rakyat Balikpapan. Balikpapan menjadi lautan api, seluruh bangunan, rumah, tempat ibadah, kawasan kilang turut terbakar akibat hantaman bom.
Puing-puing bangunan berserakan terkena bom milik Sekutu, yang dijatuhkan dari pesawat pengebom secara bertubi-tubi, membakar hingga kepulan asap hitam menutupi udara Balikpapan.
Akibat berjatuhan bom-bom yang dilakukan Sekutu, membuat rakyat Balikpapan lari mengungsi ke tempat-tempat perlindungan dan bersembunyi di lubang-lubang bawah tanah selama serangan Sekutu berlangsung.
Setelah kondisi mulai aman barulah Rakyat keluar dari tempat perlindungan. Perang baru berakhir pada 14 Agustus 1945, akibat dari serbuan Devisi VII Australia, sebanyak 229 orang tentara Sekutu tewas dan, 634 orang lainnya terluka.
Dari pihak Jepang sebanyak 2.032 orang tewas, dan 64 orang tertangkap menjadi tawanan perang, yang tidak mau ditangkap memilih melakukan “Harakeri” (bunuh diri).
Dengan adanya Monumen atau Tugu Australia, merupakan salah satu pembuktian dari peristiwa operasi Oubu II di Balikpapan. Tugu tersebut dibangun oleh pemerintah Australia bekerja sama dengan Indonesia (Balikpapan) pada tahun 1945 silam.
Monumen berbentuk lingkaran, pada bagian tengah bundaran terdapat sebuah tunggu batu persegi empat mengerucut dengan tinggi sekitar 300 Centi meter.
Pada sisi sebelah menghadap ke “Timur” terdapat sebuah lambang bergambar “Pedang” menandakan tentara ciri dari infantry “Selendia Baru”. Tidak jauh dari tugu Krucut terdapat sebuah batu prasasti, yang juga terdapat beberapa nama Veteran yang gugur dalam pendaratan atau operasi oubu II. Sehingga setiap tahun pada tanggal 25 April, selalu ada peringatan ANZAC Day (Austalian and New Zealand Army Corps) Day.
ANZAC Day, merupakan peringatan dan penghormatan bagi prajurit Australia dan Selendia Baru yang tewas dalam pertempuran. Biasanya di hadiri pejabat Pemerintah Australia, juga melibatkan Veteran dan keluarga veteran dilakukan di Bundaran Tugu Australia, namun sejak 2022 lalu peringatan atau ANZAC Day, di alihkan ke Pasir Rige, eks Chevron, kawasan Kelurahan Perapatan, di sini juga terdapat beberapa benda peninggalan sejarah berupa tank (Motor Tank) dan lainnya.#
Penulis:Muhammad Asran/Pemerhati Sejarah|Editor: Hoesin KH
Comments are closed.