BeritaKaltim.Co

Program Kukar Siap Kerja, Ciptakan Tenaga Kerja Lokal Terampil

BERITAKALTIM.CO-Program pelatihan berbagai ketrampilan terus dilakukan Pemkab Kutai Kartanegara, bekerja sama dengan institusi atau perusahaan yang ada dan beroperasi di Kutai Kartanegara.

Pelatihan dimaksudkan untuk memberikan peluang bagi masyarakat dalam menambah ketrampilan, sehingga bisa mendapat pekerjaan dan mengurangi tenaga pengangguran yang ada di Kutai Kartanegara.

Pelatihan kompetensi yang sangat penting bagi pengembangan tenaga kerja lokal di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Perhatian perusahaan terutama kepada SKK Migas dan PT Petro Tekno untuk pelatihan Welder 4G, Polnes Samarinda untuk pelatihan Welder 3G, serta PT Satova Jaya Education Center untuk pelatihan Operator Alat Berat (Dump Truck), patut diacungi jempol atas kepedulian dan perhatiannya terhadap situasi dan kondisi yang ada di Kutai Kartanegara.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara Sunggono, merasa bangga dan bahagia saat membuka pelatihan kejuruan yang digelar Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kutai Kartanegara di Pusdiklat BKPSDM Desa Bukit Raya Kecamatan Tenggarong Seberang, Rabu (13/11/2024 ).

Menurut Sunggono, dukungan dari semua pihak sangat berarti dalam mempersiapkan sumber daya manusia, yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja.

Sunggono menegaskan program pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara untuk mendukung program “Kukar Siap Kerja”, yang bertujuan menciptakan tenaga kerja lokal yang terampil, profesional, dan kompetitif.

Kepada para peserta Sunggono mengucapkan selamat atas terpilihnya mengikuti pelatihan, ikuti tata tertib yang diberikan, disiplin, semangat belajar, dan kemauan untuk terus berkembang adalah kunci sukses dalam meraih masa depan yang lebih baik.

“Jaga kesehatan, jangan lupa berdoa dan selalu mendapat restu dari kedua orang tua,” ungkap Sunggono.

Sunggono juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini.

“Mari kita bersama-sama mendukung pengembangan tenaga kerja lokal sebagai salah satu langkah nyata dalam membangun Kabupaten Kutai Kartanegara yang lebih maju dan sejahtera,” ujar Sunggono.

Sementara itu menurut Plt Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Kutai Kartanegara Muhammad Hatta, tujuan dilaksanakan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan kompetensi teknis tenaga kerja lokal di sektor strategis seperti migas, konstruksi, dan logistik.

“Membekali peserta dengan sertifikasi yang diakui secara nasional dan internasional untuk meningkatkan daya saing,” kata Muhammad Hatta.

Di samping itu, pelatihan juga meningkatkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan mitra pelatihan untuk mendukung pengembangan SDM berkualitas.

Serta yang terpenting adalah dukungan Program RBPK (Rumah Besar Penanggulangan Kemiskinan), dengan memberikan prioritas kepada peserta yang berasal dari kelompok masyarakat kurang mampu sesuai data DTKS.

Pelatihan ini diikuti 99 peserta, yang seluruhnya merupakan warga Kabupaten Kutai Kartanegara.

Adapun pelatihan yang diberikan adalah pelatihan Welder 4G, sebanyak 19 peserta, hasil kerja sama dengan SKK Migas dan PT Petro Tekno.

Pelatihan ini fokus pada pengelasan dengan standar internasional yang sangat dibutuhkan di industri migas dan konstruksi, selama 3,5 bulan (1 bulan di Pusdiklat BKPSDM, 2,5 bulan di Petro Tekno Center, Batam). Sertifikasi: BNSP dan ICTB internasional.

Pelatihan Welder 3G, sebanyak 40 peserta, hasil kerja sama dengan Polnes Samarinda. Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan keterampilan dasar pengelasan yang menjadi fondasi utama bagi tenaga kerja di sektor manufaktur dan pertambangan, selama 1 bulan, mendapatkan Sertifikasi: BNSP bekerja sama dengan LPK Global Persada Institute.

Sedangkan Pelatihan Operator Alat Berat (Dump Truck), sebanyak 40 peserta, hasil kerja sama dengan PT Satova Jaya Education Center.

Pelatihan ini mempersiapkan peserta untuk menjadi operator dump truck yang terampil dan memenuhi standar keselamatan kerja di sektor tambang dan logistik, selama 17 hari pelatihan + 3 bulan magang dan mendapatkan Sertifikasi: Kompetensi operator alat berat.

Ketiga pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membekali peserta dengan pemahaman tentang keselamatan kerja, etika profesional, dan adaptasi terhadap teknologi terbaru.

“Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kompetensi diri,” ujar Muhammad Hatta. #

Editor: Hoesin KH

Comments are closed.