BeritaKaltim.Co

JUT dan Pupuk, Tingkatkan Produktivitas Pertanian

BERITAKALTIM.CO-Jalan usaha tani (JUT) dan pupuk, menjadi titik utama peningkatan produktivitas pertanian, sehingga jalan utama tani dan pupuk, menjadi tumpuan utama petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

Adanya sarana dan prasarana jalan yang memadai, membuat petani dan juga pekebun yang berusaha akan lebih mudah memasarkan hasil pertaniannya dan dengan adanya jalan utama tani itu akan menambah pendapatan petani, sehingga kesejahteraan petani akan lebih cepat tercapai.

Hal itu dikemukakan anggota Komisi II DPRD Frans Lewi, saat bertemu dan mendengarkan aspirasi masyarakat yang dituangkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) beberapa pekan lalu di daerah pesisir selatan Kabupaten Berau.

Menurut Frans Lewi, mayoritas petani dan pekebun di daerah pemilihan (dapil) paling banyak diusulkan itu jalan usaha tani dan pupuk yang tersedia. ungkapnya Selasa (11/3/2025).

“Jalan Usaha Tania atau biasa disebut JUT di wilayah pesisir selatan Berau, seperti di Kampung Tembudan sangat memprihatinkan untuk petani dan pekebun. Ketika petani dan pekebun sudah panen, namun akses jalur keluar kendaraan mereka susah bahkan sulit dilalui,” kata Frans Lewi, Selasa (11/3/2025).

Selain itu, pihaknya mencatat bahwa kebutuhan pupuk petani kebun kelapa sawit di pesisir masih sangat minim tersedia.

“Saya juga ingin ada regulasi mengatasi kelangkaan bibit sawit, sehingga pekebun sawit bisa melaksanakan dengan maksimal,” lanjut Frans Lewi.

Disebutkan JUT ini sangat penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani, karena dengan adanya JUT, mempermudah akses dan distribusi hasil pertanian, memudahkan mobilitas alat dan mesin pertanian, mengangkut sarana produksi menuju lahan pertanian, mengangkut hasil pertanian dari lahan menuju tempat penyimpanan, pengolahan, atau pasar yang pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup petani.

Sedangkan pengadaan pupuk, sangat dibutuhkan bagi petani dan pekebun, jelas untuk meningkatkan produktivitas lahan, mengurangi pencemaran lingkungan, meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan, mendukung pertanian berkelanjutan.

“Di sisi lain juga mendorong kemandirian petani, memelihara keseimbangan ekosistem serta mengurangi dampak negatif lingkungan,” papar Frans Lewi.#

Reporter: Ana|Editor: Hoesin KH|Adv|DPRD Berau

Comments are closed.