BERITAKALTIM.CO-Akademi Angkatan Udara (AAU) melaksanakan program pendidikan Cakra Wahana Paksa atau pengenalan bagi seluruh taruna untuk melaksanakan navigasi udara. Latihan navigasi udara merupakan bagian dari pembekalan dasar para taruna dalam menjaga kedaulatan udara wilayah Indonesia.
Gubernur AAU, Marsekal Muda TNI Purwoko Aji Prabowo mengatakan pelaksanaan ini untuk mengenalkan kepada 145 taruna bahwa pada nantinya taruna ini akan mengawaki alutsista TNI Angkatan Udara khususnya adalah pesawat.
“Mereka akan melaksanakan navigasi udara sehingga mereka perlu dikenalkan bagaimana cara kita bernavigasi udara. Untuk membekali bahwa dalam penugasan nanti mereka akan siap melaksanakan tugas di tengah udara,” jelasnya kepada media, pada hari Jumat, 25 April 2025 di Base Ops Lanud Dhomber.
Para taruna dalam navigasi diajarkan penggunaan alat navigasi seperti VHF Omnidirectional Range (VOR), Distance Measuring Equipment (DME), dan Automatic Direction Finder (ADF). Bahkan, para taruna diajak mengenal salah satu pangkalan udara TNI Angkatan Udara yakni Lanud Domber.
Dengan berkunjung, para taruna bisa memahami bahwa pangkalan udara menjadi bagian yang mendukung pelaksanaan tugas TNI Angkatan Udara. Lanud Dhomber mempunyai Bimbingan dan Operasi, Dinas Operasi, Dinas Logistik, yang semuanya bertugas untuk kesuksesan TNI Angkatan Udara.
Para taruna yang terbagi dalam tiga program studi yakni teknik aeronautika, teknik elektronika dan teknik manajemen industri juga dibekali dengan materi penanganan keamanan wilayah hingga jenjang yang lebih tinggi.
Teknologi pertahanan menjadi bagian kurikulum yang diajarkan secara adaptif sesuai dengan perkembangan teknologi yang ada. “Jadi alustista yang ada selalu kita modernisasi mengikuti perkembangannya baik itu radar, pesawat tempurnya, pesawat angkut dan sebagainya,” terangnya.
Melalui kegiatan ini, para taruna dapat meningkatkan kualitas, sehingga saat lulus bisa menjadi perwira TNI Angkatan Udara yang siap untuk melaksanakan tugas dalam menjaga kedaulatan NKRI, termasuk Ibu Kota Nusantara.
Usai melaksanakan latihan navigasi, para taruna akan dilakukan evaluasi sejauh mana pemahamannya, apabila ada yang kurang memahami maka akan diberi pengajaran lebih mendalam, sehingga para taruna benar-benar siap dalam menyongsong tugas-tugasnya ke depan, untuk melaksanakan tugas navigasi. “Untuk tingkat kelulusan rata-rata 100 persen,” katanya.
AAU segera memperkenalkan program studi Pertahanan TNI Angkatan Udara terhadap Airspace yakni Cyberspace dan Aerospace.
Target pembentukan satuan airspace masuk dalam rencana strategis TNI Angkatan Udara pada tahun 2030–2035, tentunya untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045.
“Insya Allah, ke depan kita akan memiliki astronot Indonesia. AAU sedang menyiapkan taruna untuk mengawaki aerospace dan cyberspace. Negara luar sudah konsen terhadap airspace. Kita juga akan melakukan itu,” ungkapnya.
Salah seorang taruna asal Kota Bogor, Adnin Majid Kusuma Pratama mengungkapkan latar belakang ingin bergabung menjadi seorang Taruna Akademi Angkatan Udara, atas keinginan sendiri. Sejak kecil sudah mempunyai cita-cita menjadi seorang penerbang di Angkatan Udara.
Atas dasar orang tua berasal dari TNI Angkatan Udara sehingga hal tersebut menjadi motivasi baginya untuk bergabung di TNI Angkatan Udara. Perjalanan ke Kota Balikpapan khususnya Lanud Dhomber menjadi pengalaman pertama kali baginya.
“Saya sangat menyenangkan karena di dalam pesawat sendiri kita belajar mengenai navigasi udara, di mana navigasi udara sendiri itu sangat penting bagi seorang penerbang agar dapat menuju ke rute yang ingin kita tuju. Ini merupakan pengalaman pertama menuju Balikpapan,” sebutnya. #
Reporter: Niken | Editor: Wong
Comments are closed.