BERITAKALTIM.CO-Komisi III DPRD Kutai Kartanegara menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), bersama sejumlah pihak terkait guna membahas dugaan pencemaran lingkungan akibat aktivitas pertambangan PT Karya Putra Borneo (KPB) yang menyebabkan banjir di wilayah Dusun Surya Bhakti RT 21 Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Senin (5/5/2025), di Ruang Bamus DPRD Kukar.
Rapat dipimpin Ketua Komisi III, Farida, didampingi anggota Komisi Johansyah. Hadir dalam rapat tersebut Kepala Desa Batuah Abdul Rasyid, Kapolsek Loa Janan, Ketua BPD, Kepala Dusun Surya Bakti, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), serta Humas PT Karya Putra Borneo, Yanto. Selain itu, sejumlah warga terdampak turut hadir dan menyampaikan keluhannya.
Sebanyak 16 rumah warga diketahui terdampak banjir, yang diduga kuat berasal dari aktivitas pertambangan dan sistem pembuangan limbah perusahaan yang tidak sesuai prosedur.
Dalam rapat tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kukar, Farida, menyampaikan kekhawatiran terhadap potensi perusahaan meninggalkan lokasi tanpa menyelesaikan permasalahan lingkungan.
“Persoalan ini belum tuntas, tapi kegiatan perusahaan sudah hampir selesai. Ini yang kami khawatirkan. Perusahaan harus bertanggung jawab atas dampak yang dialami warga,” tegas Farida.
Menanggapi hal itu, Humas PT KPB, Bambang, tidak menampik bahwa wilayah terdampak memang berada dekat dengan area aktivitas perusahaan. Namun, Bambang juga menyampaikan bahwa di lokasi tersebut terdapat lebih dari satu perusahaan dan pembuangan limbah bermuara pada titik yang sama.
“Kami berada di posisi terdekat dengan pemukiman warga, tapi perlu kami sampaikan bahwa di wilayah itu ada perusahaan lain, dan saluran pembuangan limbahnya bermuara di titik yang sama,” jelas Bambang
“Untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, Komisi III DPRD Kukar akan melakukan inspeksi lapangan (sidak) Rabu, 14 Mei mendatang, untuk memastikan saluran pembuangan perusahaan dan dampak lingkungan yang terjadi,” ungkap Farida.
Sementara itu, anggota Komisi III Johansyah dan Kepala Desa Batuah Abdul Rasyid menyampaikan pentingnya merumuskan solusi konkret atas permasalahan yang terjadi, serta mendorong adanya tindakan cepat dari perusahaan dan pemerintah daerah yang terkait soal peta awal perusahaan, sehingga bisa mengetahui alur sungainya seperti apa kalau kita mengacu pada alur sungai sekarang banyak yang berubah, akibat aktivitas tambang yang memindah alur sungai.#
Reporter: Hardin|Editor: Hoesin KH|Adv|Diskominfo Kukar
Comments are closed.