BeritaKaltim.Co

91 Kasus Premanisme Berhasil Diungkap dalam Operasi Pekat Mahakam 2 Tahun 2025

BERITAKALTIM.CO- Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) melalui operasi Pekat Mahakam 2 Tahun 2025, berhasil mengungkap 91 kasus premanisme sepanjang pelaksanaan operasi yang berlangsung pada 1–21 Mei 2025.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, dalam konferensi pers, Kamis (23/5/2025) di Gedung Mahakam Polda Kaltim.

Operasi ini melibatkan jajaran Polres dan Polresta di wilayah Kalimantan Timur sebagai bentuk komitmen dalam memberantas aksi premanisme yang meresahkan masyarakat.

“Dari hasil operasi, kami mengamankan 134 tersangka, terdiri dari 19 target operasi (TO) dan 115 non-TO. Modus premanisme yang kami ungkap meliputi pencurian, pengancaman, penganiayaan, pemerasan, pengeroyokan, pemungutan liar, dan perbuatan tidak menyenangkan,” ungkap Irjen Pol Endar.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya uang tunai sebesar Rp318 juta lebih, 41 bilah senjata tajam, 5 unit mobil, 12 sepeda motor, 7 unit laptop, dan 13 unit handphone.

Menurut Kapolda, premanisme adalah bentuk kejahatan yang mengganggu ketertiban umum dan menciptakan rasa takut di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya menegaskan bahwa Polda Kaltim akan terus melakukan tindakan tegas terhadap semua bentuk premanisme.

“Premanisme tidak hanya menimbulkan ketakutan di masyarakat, tapi juga dapat menurunkan wibawa penegak hukum. Kami berkewajiban melindungi hak-hak masyarakat yang selama ini mungkin merasa terintimidasi,” ujarnya.

Irjen Pol Endar juga mengimbau masyarakat agar tidak takut untuk melaporkan segala bentuk tindakan kriminal dan gangguan kamtibmas sekecil apapun. “Kami siap menindaklanjuti setiap laporan. Silakan hubungi call center 110 atau hotline kami jika merasa terancam oleh tindakan premanisme,” tegasnya.

Dalam operasi ini, wilayah Balikpapan dan Samarinda menjadi fokus utama pengungkapan kasus, namun jajaran Polres lainnya juga telah menunjukkan hasil signifikan.

Operasi Pekat Mahakam, lanjut Kapolda, akan terus berlanjut meskipun masa operasi khusus telah selesai. Upaya pencegahan (preventif), pembinaan (preemtif), hingga penindakan (represif) akan terus dilaksanakan.

“Kegiatan ini tidak akan berhenti sampai di sini. Selama masih ada polisi, kami pastikan aksi premanisme akan terus kami tindak. Kami juga mengajak masyarakat untuk berani melapor dan melawan aksi kekerasan jalanan,” ujarnya.

Kapolda Kaltim juga menyampaikan apresiasi kepada media yang telah membantu menyampaikan informasi kepada publik dan mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga ketertiban.

“Mari bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kalimantan Timur,” pungkas Irjen Pol Endar. #

Reporter: Niken | Editor: Wong

Comments are closed.