BERITAKALTIM.CO-Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengambil langkah strategis dalam menjaga stabilitas daerah dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk melakukan pembinaan dan penanganan terhadap Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang dinilai menyimpang dari tujuan sosialnya.
Satgas ini tidak hanya bertujuan merespons potensi gangguan keamanan dan ketertiban, tetapi juga untuk mencegah munculnya praktik premanisme yang bisa merusak iklim investasi di kota minyak tersebut.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Balikpapan, Sutadi, menyebut pembentukan tim terpadu ini melibatkan berbagai unsur penting, termasuk dinas teknis, intelijen, serta aparat TNI dan Polri.
“Selama ini, sebagian besar ormas memberikan kontribusi positif, tapi kita juga tidak bisa menutup mata terhadap potensi penyimpangan dari segelintir oknum,” ujarnya, pada hari Rabu, 18 Juli 2025.
Sutadi menekankan bahwa ormas seharusnya menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan sosial, bukan justru menjadi bagian dari permasalahan, seperti terlibat dalam aksi premanisme hingga sengketa tanah.
Langkah ini, menurut Sutadi, juga menjadi jawaban atas kebutuhan akan pendekatan yang lebih terstruktur dan terkoordinasi dalam menghadapi dinamika keamanan daerah. Satgas ini akan mengedepankan upaya preventif dan pembinaan sebelum sampai pada tahap penindakan.
“Selama ini, aparat memang sudah melakukan penindakan, tapi kami ingin ada satu wadah yang menyatukan upaya dari berbagai sektor,” tuturnya.
Pembentukan Satgas ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antarlembaga dan menjaga kepercayaan investor serta rasa aman masyarakat Balikpapan di tengah meningkatnya kompleksitas sosial di daerah. #
Reporter: Niken | Editor: Wong
Comments are closed.