BERITAKALTIM.CO-Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan turut ambil bagian dalam peluncuran kelembagaan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78 Tahun 2025 yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara daring dari VIP Room Balai Kota Balikpapan, Senin (21/7/2025).
Dalam kegiatan ini, Wakil Wali Kota Balikpapan H. Bagus Susetyo bersama jajaran Forkopimda mewakili Pemkot menyerahkan Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada perwakilan 34 koperasi merah putih yang tersebar di seluruh kelurahan se-Kota Balikpapan.
“Alhamdulillah, proses pembentukan koperasi ini di Balikpapan sudah selesai 100 persen. Sejak satu bulan lalu, seluruh 34 kelurahan sudah memiliki koperasi Merah Putih,” ujar Bagus kepada Beritakaltim.co.
Program Koperasi Merah Putih sendiri merupakan inisiatif Presiden Prabowo yang dicanangkan sejak Maret 2025, bertujuan untuk memperkuat ekonomi di tingkat desa dan kelurahan. Peluncuran nasionalnya dilakukan serentak pada 19 Juli, namun Balikpapan sudah menyelesaikan pembentukan koperasi lebih awal.
Bagus menjelaskan, proses awal pembentukan koperasi dimulai dari rapat anggota dan pembentukan struktur organisasi yang mencakup pengurus dan dewan pengawas, lalu dilanjutkan dengan pendaftaran secara notariil sebagai badan usaha.
Presiden Prabowo dalam arahannya menyampaikan harapannya agar koperasi-koperasi ini mampu menggerakkan ekonomi rakyat di akar rumput. Ia menekankan bahwa meskipun koperasi merupakan kegiatan bisnis skala kecil, jika digerakkan secara masif oleh 80 ribu unit, dampaknya akan sangat besar.
Beberapa usaha unggulan yang distandarkan dalam koperasi Merah Putih antara lain warung sembako, distribusi LPG, mini apotek, hingga klinik. Namun di Balikpapan, pengembangan usaha bisa lebih spesifik sesuai potensi lokal.
“Di Kelurahan Graha Indah, contohnya, sedang dikembangkan usaha pembuatan batako dan paving block. Ini bisa menjadi sektor unggulan yang layak diberdayakan,” tambah Bagus.
Terkait permodalan, untuk tahap awal koperasi dapat menggunakan dana desa/kelurahan. Namun, ia menegaskan bahwa dana tersebut merupakan pinjaman usaha, bukan bantuan hibah. Selain itu, Pemkot Balikpapan juga memberikan bantuan pengurusan NIB secara gratis melalui APBD melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perindustrian (DKUMKMP).
“Kami berharap pengurus dan anggota koperasi bisa menjalankan usaha yang benar-benar menghasilkan keuntungan,” katanya.
Lebih lanjut, Bagus menyampaikan bahwa ke depan koperasi Merah Putih juga akan didukung melalui permodalan dari perbankan, khususnya yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara). Dukungan ini akan diberikan kepada koperasi yang terbukti memiliki progres usaha yang baik.
Ia pun menekankan pentingnya peran dewan pengawas di setiap kelurahan, serta keterlibatan aktif Dinas Koperasi dan UMKM untuk memantau perkembangan koperasi secara berkala.
“Jangan sampai setelah mendapatkan bantuan, usaha koperasinya malah hilang tanpa jejak. Harus ada monitoring yang ketat,” tegasnya.
Dengan terealisasinya program ini, Pemkot Balikpapan berharap koperasi Merah Putih dapat menjadi penggerak pemberdayaan UMKM, mengurangi pengangguran dan kemiskinan, sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman online.
“Inilah yang menjadi harapan Presiden: koperasi sebagai tulang punggung ekonomi rakyat,” tutup Bagus. #
Reporter: Niken | Editor: Wong
Comments are closed.