BeritaKaltim.Co

PT Pertamina Hulu Sanga Sanga Gelar Sosialisasi Pencegahan Stunting di Kutai Lama

BERITAKALTIM.CO – PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) berkolaborasi dengan Puskesmas Sungai Meriam dan Pemerintah Kecamatan Anggana menyelenggarakan Sosialisasi Pencegahan Stunting di Balai Pertemuan Umum Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kegiatan ini sekaligus menutup rangkaian program CSR PHSS tahun 2024 yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat.

Mengusung tema “Parenting Efektif Cegah Stunting”, kegiatan ini dihadiri jajaran pemerintah kecamatan dan desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, serta 111 penerima manfaat dari tiga posyandu yaitu Nuri, Rambutan, dan Kakatua. PHSS juga mendukung program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal dan Pemberian Makanan Bergizi (PMB) bagi 111 balita di Desa Kutai Lama.

Program PMT dan PMB dilaksanakan sejak 5 Mei hingga 29 Juni 2025 dengan mengedepankan konsep Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA). Hasil evaluasi menunjukkan dampak signifikan, di antaranya:

  • 81,8% balita gizi kurang berhasil naik berat badan,

  • 85,7% balita berat badan kurang mengalami kenaikan,

  • 90,1% balita dengan kategori tidak naik berat badan menunjukkan perbaikan.

Manager PHSS Field, Widhiarto Imam Subarkah, menegaskan komitmen Perusahaan menjalankan program sosial sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

“Kegiatan sosialisasi ini merupakan wujud kepedulian kami terhadap masa depan generasi muda dan dukungan kepada kebijakan pemerintah dalam pencegahan stunting,” jelas Imam.

Materi sosialisasi disampaikan oleh dr. Bangkit Putrawan, Sp.A., M.Ked.Klin., yang menekankan pentingnya pencegahan stunting sejak awal kehamilan hingga 1.000 hari pertama kehidupan. Sementara itu, perwakilan Puskesmas Sungai Meriam sekaligus Satgas Stunting, drg. Isyana Duli, mengapresiasi inisiatif PHSS.

“Kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi para orang tua melalui edukasi tentang pola asuh yang tepat, sehingga dapat mendukung lahirnya generasi sehat dan unggul,” ujarnya.

Salah satu peserta, Tarisah, juga menyampaikan terima kasih atas dukungan PHSS.

“Terima kasih banyak kepada PHSS yang telah memberikan bantuan untuk anak kami, semoga kegiatan ini bermanfaat,” katanya.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Kutai Kartanegara tercatat 14,3%, lebih rendah dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 18,13%. Hal ini sejalan dengan Perpres No. 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, di mana Pemerintah Kecamatan Anggana telah membentuk Satgas Stunting.

Sebagai anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) di Zona 9, PHSS menjalankan operasi hulu migas di Wilayah Kerja Sanga Sanga, Kalimantan Timur, sekaligus mengimplementasikan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, infrastruktur, dan tanggap bencana untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). #

Editor: Wong

Comments are closed.