BERITAKALTIM.CO – Malam di Jalan Tanjung Berkat, Gang Silaturahmi, RT18, Kelurahan Teluk Tiram, Banjarmasin Barat, berubah mencekam. Jumat malam itu, suasana yang biasanya tenang mendadak pecah oleh teriakan minta tolong seorang pria bernama MH (28).
MH, yang masih mencoba mencari jalan rekonsiliasi dengan mantan kekasihnya, justru harus menemui ajal setelah terlibat perkelahian berdarah dengan pria lain. Cinta segitiga yang melibatkan MH, perempuan berinisial PU, dan kekasih barunya YP (25), berakhir tragis.
Menurut keterangan kepolisian, YP saat itu sedang berjalan dengan PU. Tanpa diduga, mereka bertemu dengan MH. Pertemuan yang mestinya bisa berlangsung tenang justru berubah menjadi duel. Keduanya saling serang dengan senjata tajam. Sayang, nasib buruk menimpa MH.
Tusukan di bagian dada membuatnya terkapar. Meski sempat berteriak memanggil bantuan, luka yang diderita terlalu parah. Sejumlah saksi yang mendengar teriakan mencoba menolong, bahkan memberhentikan mobil pengguna jalan untuk membawa MH ke rumah sakit. Namun, nyawa MH tak tertolong saat tiba di ruang IGD.
Hasil pemeriksaan medis menyebutkan, korban mengalami luka tusuk di dada sebelah kanan, luka tebasan di kepala bagian kiri, serta sayatan di bahu kanan. Luka-luka itu menjadi bukti betapa sengitnya perkelahian yang berlangsung singkat namun mematikan.
Pelarian yang Tak Lama
YP sempat melarikan diri setelah menusuk MH. Namun, aparat gabungan dari Unit Reskrim Polsek Banjarmasin Barat, Jatanras Polresta Banjarmasin, dan Resmob Polda Kalsel bergerak cepat. Dengan pendekatan persuasif kepada keluarga, YP akhirnya berhasil ditangkap Minggu dini hari di Jalan A Yani Km 3,5, Kelurahan Kebun Bunga.
“YP sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 338 KUHPidana,” jelas Kapolsek Banjarmasin Barat, Kompol M Noor Chaidir.
Kasus ini tak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga luka batin bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Pertikaian karena cinta segitiga kini menambah daftar panjang kasus kriminal berlatar belakang asmara di Banjarmasin.
Kisah tragis MH menjadi pengingat betapa rapuhnya kendali emosi manusia saat diliputi cemburu dan amarah. Sementara itu, PU—perempuan yang menjadi pusat pertikaian—hanya bisa menyaksikan bagaimana cinta segitiga itu berakhir dengan kematian. #
ANTARA | Wong
Comments are closed.