BeritaKaltim.Co

Program MBG di Lebak serap ribuan tenaga kerja lokal

BERITAKALTIM.CO-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebak, Banten mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah itu.

 

“Kita sangat mendukung program MBG yang digulirkan Presiden Prabowo Subianto, karena dapat menyerap lapangan pekerjaan dan peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat setempat,” kata Asisten Daerah (Asda) II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Lebak Ajis Suhendi di Lebak, Kamis.

Menurut dia, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Lebak yang sudah beroperasi sampai 20 Oktober 2025 sebanyak 37 unit SPPG.

Dari 37 unit SPPG itu ,jika mereka bekerja rata-rata 40 orang per SPPG, sehingga total pekerja 1.665 orang.

Semua pekerja MBG itu dari keluarga miskin dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sesuai rekomendasi pemerintah.

Para pekerja itu, antara lain pengelola produksi makanan, bagian cuci, bagian kebersihan, petugas pengamanan, dan pengemudi untuk mendistribusikan makanan ke sekolah-sekolah.

“Kami meyakini penghasilan gaji pekerja MBG itu sesuai aturan pemerintah daerah sehingga dipastikan mereka sejahtera,” katanya.

Ia mengatakan, program MBG berdampak positif terhadap pendapatan ekonomi masyarakat dan penyerapan lapangan pekerjaan.

Selain itu, program MBG juga dapat mempercepat pengendalian kemiskinan dan bersinergi dengan kebijakan pemerintah daerah.

Dimana kebijakan Bupati Lebak Hasbi Asyidiki untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 tahun 2025.

Dengan demikian, program MBG dipastikan dapat mengendalikan atau mengeliminasi kemiskinan melalui penyerapan lapangan pekerjaan juga peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat.

Apalagi, program MBG juga menampung produksi kearifan lokal dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan.

“Kami optimistis program MBG dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mengendalikan kemiskinan,” katanya.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Lebak Asep Royani mengatakan, saat ini pelaksanaan program MBG berjalan lancar dan tidak ada masalah di lapangan.

Mereka penerima manfaat program MBG bagi pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di daerah itu.

Selain itu, pihaknya mengoptimalkan pengawasan dan pemantauan melibatkan Satker Pemerintah Kabupaten Lebak untuk memberikan kualitas pemenuhan gizi guna meningkatkan kecerdasan anak dan kesehatan pertumbuhan.

“Kami mengapresiasi semua SPPG higienis, bersih, sehat dan memenuhi standar pemenuhan gizi,” katanya.

ANTARA|Wong|Ar

Comments are closed.