BERITAKALTIM.CO – Aktivitas pengangkutan batu bara di sepanjang bantaran Sungai Mahakam kembali menjadi sorotan publik. Puluhan jetty yang diduga tidak mengantongi izin operasional serta lalu lintas kapal pengangkut batu bara yang disinyalir melanggar regulasi disebut masih bebas beroperasi di salah satu jalur perairan terpenting di Kalimantan Timur.
Sorotan ini turut mengarah pada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda sebagai otoritas yang mengendalikan lalu lintas pelayaran di wilayah Sungai Mahakam.
Beredar dugaan adanya aliran uang sekitar Rp30 juta per ponton atau tongkang sebagai imbalan atas pembiaran aktivitas tersebut.
Informasi yang belum terkonfirmasi ini memicu pembicaraan luas dan menyeret isu dugaan suap besar di tubuh instansi yang berwenang dalam pengawasan pelayaran.
Menanggapi hal itu, Kepala KSOP Kelas I Samarinda, Mursidi, menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menilai legalitas sumber bahan tambang, termasuk asal-usul batu bara yang diangkut kapal.
“Kewenangan KSOP terbatas pada aspek administrasi pelayaran dan keselamatan. Kami tidak masuk ke ranah legalitas tambang atau asal muatan,” ujar Mursidi pada saat diwawancarai, Rabu (04/02/2026).
Ia menjelaskan, seluruh proses perizinan pelayaran seperti Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dan Surat Persetujuan Olah Gerak (SPOG) dilakukan melalui sistem digital.
Menurutnya, selama persyaratan administratif terpenuhi, KSOP tidak memiliki dasar untuk menahan kapal.
“Semua dokumen diproses secara sistem. Jika sudah memenuhi syarat administratif, maka kapal tidak bisa ditahan,” katanya.
Terkait dugaan suap dan pungutan di luar prosedur resmi, KSOP Kelas I Samarinda dengan tegas membantah. Mursidi menyatakan seluruh pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dilakukan secara nontunai melalui platform digital Inaportnet.
“Sistem nontunai ini justru untuk meminimalkan interaksi langsung dan menutup peluang terjadinya praktik korupsi,” ujarnya.
Kendati demikian, sorotan publik terhadap aktivitas jetty ilegal dan pengangkutan batu bara di Sungai Mahakam terus menguat. Sejumlah pihak mendorong agar pengawasan lintas instansi diperkuat serta dilakukan penertiban menyeluruh guna memastikan keselamatan pelayaran dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
SANDI | WONG
Comments are closed.