BeritaKaltim.Co

Alwi Shihab: Indonesia Perlu Masuk BoP demi Perjuangkan Palestina

BERITAKALTIM.CO-Mantan Menteri Luar Negeri Alwi Shihab menyatakan dukungannya terhadap langkah Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP), yang dinilai memiliki kepentingan strategis bagi posisi Indonesia di forum internasional.

“Mendukung lah, masa enggak mendukung,” ujar Alwi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Meski demikian, Alwi menyebut keikutsertaan Indonesia dalam BoP tetap memiliki sejumlah catatan yang perlu diperhatikan.

“Ya ada keuntungan kita bergabung, tapi ada reservasi, itu saja kira-kira. Jadi apa yang harus diperhatikan. Kita sudah masuk masa kita bilang keluar kan enggak mungkin,” ujar Menteri Luar Negeri era Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid itu.

Alasan Presiden Prabowo Dinilai Valid

Alwi menilai Presiden Prabowo Subianto memiliki pertimbangan dan alasan yang kuat dalam memutuskan keikutsertaan Indonesia di BoP.

Menurutnya, alasan tersebut valid dan layak didukung demi kepentingan nasional serta peran Indonesia di kancah global.

“Atas dasar itu saya mendukung, karena ini penting,” kata Alwi.

Soal Palestina, Indonesia Perlu Ada di Dalam Forum

Terkait kritik tidak dilibatkannya Palestina dalam struktur BoP, Alwi justru menilai kondisi tersebut menjadi alasan kuat bagi Indonesia untuk tetap berada di dalam forum tersebut.

Menurutnya, keanggotaan Indonesia memberikan ruang untuk menyampaikan pandangan dan memperjuangkan kepentingan Palestina agar pembahasan tidak hanya berpihak pada satu pihak.

“Kalau kita tidak ikut, kita tidak bisa ngomong. Tapi kalau kita di dalam, kita bisa ngomong, ‘jangan gitu dong, ini kan kita mau memperjuangkan Palestina, jangan hanya Israel saja yang diperhatikan’,” ujar Alwi.

Ia menegaskan, berada di dalam forum jauh lebih efektif untuk menyampaikan koreksi dan masukan dibandingkan berada di luar.

Apresiasi Presiden Libatkan Mantan Menlu

Diketahui, Presiden Prabowo pada Rabu menerima Menteri Luar Negeri dan Wakil Menteri Luar Negeri, serta para mantan Menlu dan Wamenlu, di Istana Kepresidenan untuk membahas berbagai isu geopolitik terkini.

Alwi menilai langkah Presiden tersebut sebagai sesuatu yang positif dan belum pernah dilakukan sebelumnya.

“Saya kira ini sangat positif. Ini kan pertama kali begini, yang bekas Menlu diajak bicara. Beliau ini bijaksana,” pungkasnya.

ANTARA|Wong|Ar

Comments are closed.