BeritaKaltim.Co

Produksi Padi Kaltim 2025 Tembus 270,87 Ribu Ton GKG, Tumbuh 8,50 Persen

BERITAKALTIM.CO-Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat kinerja positif sektor pertanian sepanjang tahun 2025. Produksi padi di wilayah tersebut berhasil mencapai 270,87 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG) pada periode Januari–Desember 2025.

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Timur Mas’ud Rifai mengatakan capaian tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 21,23 ribu ton atau tumbuh 8,50 persen dibandingkan produksi tahun 2024 yang tercatat sebesar 249,64 ribu ton GKG,” ujar Mas’ud Rifai di Samarinda, Rabu.

Ia menjelaskan, dinamika produksi padi selama 2025 mengalami fluktuasi yang cukup tajam. Puncak produksi tercatat pada September 2025 dengan capaian 67,68 ribu ton GKG.

“Sebaliknya, produksi terendah terjadi pada Januari, yakni sekitar 0,87 ribu ton GKG,” katanya.

Peningkatan produksi padi ini sejalan dengan bertambahnya luas lahan panen. Berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA), luas panen padi di Kaltim sepanjang 2025 mencapai 66,52 ribu hektare.

“Luasan ini meningkat sekitar 3,48 ribu hektare atau 5,51 persen dibandingkan tahun 2024 yang hanya seluas 63,04 ribu hektare,” jelas Mas’ud.

BPS Kaltim memproyeksikan tren positif ini masih akan berlanjut pada awal 2026. Potensi luas panen padi pada periode Januari–Maret 2026 diperkirakan mencapai 25,20 ribu hektare.

Jika dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat 20,22 ribu hektare, maka terdapat potensi peningkatan luas panen hingga 24,64 persen.

Dari sisi wilayah, kontribusi produksi padi terbesar di Kalimantan Timur masih didominasi oleh Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Paser, dan Kabupaten Penajam Paser Utara.

Sementara itu, daerah dengan tingkat produksi terendah tercatat di Kota Bontang, Kota Balikpapan, dan Kabupaten Mahakam Ulu.

Jika dikonversikan untuk kebutuhan pangan penduduk, total produksi padi tersebut setara dengan 157,55 ribu ton beras sepanjang 2025. Angka ini meningkat 12,34 ribu ton atau 8,50 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 145,21 ribu ton beras.

Selaras dengan data GKG, puncak produksi beras terjadi pada September 2025 dengan volume 39,36 ribu ton, sementara produksi terendah tercatat pada Januari sebesar 0,50 ribu ton beras.

ANTARA|Wong|Ar

Comments are closed.