BeritaKaltim.Co

25 Siswa Alami Gejala Keracunan MBG, Pemkab Penajam Hentikan SPPG Waru

BERITAKALTIM.CO-Keberlanjutan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, yang dikelola Yayasan Bakti Benuo Taka, dihentikan sementara menyusul dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Waris Muin, mengatakan penghentian operasional dilakukan sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan penyelidikan lanjutan oleh aparat kepolisian.

“Operasional SPPG di Kecamatan Waru dihentikan sementara. Penghentian operasional sementara itu sambil menunggu pemeriksaan laboratorium dan penyelidikan lanjutan,” ujarnya, Minggu.

25 Siswa Dapat Penanganan Medis

Sebanyak 25 peserta didik mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Waru setelah mengalami gejala sakit perut, muntah-muntah, hingga sesak napas. Gejala tersebut diduga muncul setelah mengonsumsi menu MBG pada Rabu (11/2/2026), termasuk puding yang menjadi bagian hidangan.

Menu makanan tambahan yang diambil dari luar diduga menjadi penyebab gangguan pencernaan pada peserta didik penerima manfaat program tersebut.

Evaluasi Tata Kelola SPPG

Abdul Waris Muin menegaskan, sesuai aturan pengelolaan SPPG, tidak diperbolehkan adanya kerja sama dengan pihak ketiga dalam penyediaan makanan.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara telah melakukan koordinasi internal guna mengevaluasi tata kelola serta standar operasional prosedur (SOP) dapur penyedia MBG. Selain itu, pemerintah daerah juga mempertimbangkan kemungkinan kompensasi bagi peserta didik yang terdampak, dengan menunggu perkembangan lebih lanjut.

Menunggu Hasil Uji Laboratorium

Hingga kini, hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan masih dinantikan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. Keberlanjutan operasional dapur MBG di Kecamatan Waru akan ditentukan setelah penyelidikan kepolisian selesai.

Wabup menegaskan, sanksi terhadap SPPG Waru bisa berupa penutupan operasional apabila ditemukan unsur kesengajaan atau kelalaian dari pihak pengelola.

Kasus ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk memastikan keamanan dan kualitas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Penajam Paser Utara tetap terjaga.

ANTARA|Wong|Ar

Comments are closed.