BERITAKALTIM.CO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang menjadikan berbagai event daerah sebagai strategi utama dalam menjaga eksistensi seni dan budaya lokal di tengah arus modernisasi.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menyebut sejumlah agenda rutin seperti Bontang City Carnival, Erau Guntung, hingga Pesta Laut Bontang Kuala serta peringatan Hari Ulang Tahun Bontang, menjadi ruang ekspresi bagi para pegiat seni.
“Kami tidak hanya memberi apresiasi, tapi juga memastikan ada panggung bagi para pelaku seni untuk tampil dan berkembang melalui berbagai event daerah,” ujarnya.
Ia mencontohkan, keterlibatan sanggar tari yang banyak melibatkan anak-anak menjadi bukti bahwa ruang ekspresi terus dibuka oleh pemerintah.
“Lewat kegiatan seperti ini, sanggar-sanggar, termasuk yang melibatkan anak-anak, bisa terus aktif dan menunjukkan kreativitasnya,” tambahnya.
Menurutnya, keberadaan event budaya memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi lokal agar tidak tergerus perkembangan zaman.
“Kalau tidak difasilitasi, pelaku seni akan kesulitan berkembang. Karena itu, kehadiran event ini menjadi bentuk dukungan nyata,” tegasnya.
Disdikbud Bontang pun berkomitmen untuk terus memperluas ruang partisipasi, khususnya bagi komunitas seni dan generasi muda.
“Kami ingin lebih banyak komunitas dan anak muda terlibat, supaya budaya lokal tetap hidup dan terus berkembang,” pungkasnya.
Lia Abdullah | Wong | ADV
Comments are closed.