BERITAKALTIM.CO – Ketua Umum Pengurus Besar Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (PB GEPAK), Abraham Ingan, mengimbau kepada seluruh peserta aksi demonstrasi yang direncanakan berlangsung pada 21 April 2026 mendatang agar tetap menjaga ketertiban dan menciptakan suasana yang aman serta kondusif di Kalimantan Timur.
Imbauan ini disampaikan Abraham saat didampingi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) GEPAK Kalimantan Timur, H. Ulamansya.
Ia menekankan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat, namun harus dilakukan secara damai dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat merusak persaudaraan.
“Harapannya, aspirasi yang murni ingin disampaikan dapat tersampaikan dengan baik. Jangan sampai terprovokasi oleh isu-isu yang tidak bermanfaat bagi persatuan kita, khususnya di Kalimantan Timur,” ujar Abraham pada saat diwawancarai, Sabtu (18/4/2026).
Selain kepada peserta aksi, GEPAK juga mengingatkan pihak legislatif dan eksekutif untuk membuka ruang dialog serta menerima aspirasi masyarakat dengan sikap terbuka. Menurutnya, tuntutan yang disampaikan dalam aksi unjuk rasa harus dipandang sebagai bentuk koreksi yang konstruktif.
“Kami berharap pimpinan legislatif maupun eksekutif dapat menerima aspirasi ini dengan rendah hati dan ikhlas. Jika itu membawa perubahan, maka bisa dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” katanya.
Lebih lanjut, ia juga meminta aparat penegak hukum, baik TNI maupun Polri, untuk mengawal jalannya aksi secara profesional dan proporsional. Abraham menegaskan pentingnya kewaspadaan aparat tanpa mengedepankan tindakan represif.
Ia juga mengingatkan agar tindakan anarkis maupun provokasi dapat ditindak tegas guna menjaga stabilitas daerah.
“Kami berharap aparat tetap waspada, tidak represif, tetapi juga tegas terhadap pihak-pihak yang melakukan tindakan anarkis dan provokatif,” ungkapnya.
Menurut Abraham, menjaga situasi tetap aman dan damai menjadi tanggung jawab bersama, terlebih Kalimantan Timur saat ini mengemban peran strategis sebagai wilayah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Ini adalah wilayah masa depan Indonesia. Sudah seharusnya kita menjaga budaya damai, aman, dan kondusif di daerah ini,” pungkasnya.
SANDI | WONG
Comments are closed.