BeritaKaltim.Co

Libatkan 30 SMP Negeri dan Swasta, Disdikbud Bontang Perkuat Peran Guru dalam Kesehatan Mental Siswa

BERITAKALTIM.CO – Sebanyak 30 SMP negeri dan swasta di Kota Bontang ambil bagian dalam kegiatan bimbingan teknis (bimtek) yang diikuti sekitar 170 guru, sebagai upaya memperkuat peran pendidik dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan suportif.

Kegiatan yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang ini menitikberatkan pada peningkatan pemahaman guru terkait kesehatan mental siswa, yang kini menjadi aspek penting dalam proses pembelajaran di sekolah.

Kabid Pembinaan Guru dan Tenaga Pendidik (GTK) Disdikbud Bontang Ishak Karangan (Lia Abdullah/Beritakaltim) menyampaikan bahwa bimtek ini dirancang untuk membekali guru dengan kemampuan mengelola dinamika psikologis siswa di lingkungan sekolah.

“Bimtek ini difokuskan untuk memperkuat peran guru dalam menciptakan proses pembelajaran yang sehat dan suportif bagi siswa,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik sekaligus mendorong mutu layanan pendidikan di daerah. Pasalnya, pemahaman terhadap kesehatan mental kini menjadi kebutuhan dasar dalam praktik pembelajaran.

Ia berharap, para guru tidak hanya memahami konsep kesehatan mental, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara nyata dalam kegiatan belajar mengajar.

“Kami berharap para guru dapat lebih memahami pentingnya kesehatan mental sekaligus mampu mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran,” tambahnya.

Lebih lanjut, Safa Muha menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dalam konteks pendidikan, guru memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam membentuk karakter serta kesiapan belajar siswa.

Melalui bimtek ini, para peserta juga diajak untuk memahami cara mengelola emosi, membangun komunikasi positif, serta menciptakan suasana belajar yang aman dan inklusif di sekolah.

“Setelah ini, guru dapat menerapkan hasil pelatihan dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga lingkungan pendidikan tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga kesejahteraan mental siswa,” jelasnya.

Diketahui, kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari, dari tanggal 23 sampai dengan 24 April 2026 di Aula Gedung Dispopar dengan narasumber Reni Murni dari ESQ-SMPS Life changing Institut (Jakarta).

Lia Abdullah | Wong | ADV

Comments are closed.