BERITAKALTIM.CO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang mendorong transformasi pola pembelajaran yang lebih humanis melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) kesehatan mental bagi para guru.
Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kemampuan guru dalam mengelola emosi serta membangun interaksi yang sehat dengan siswa di dalam kelas, sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman.
Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparudin, menegaskan bahwa bimtek tersebut tidak berkaitan dengan penilaian kondisi psikologis guru, melainkan sebagai bekal dalam menghadapi dinamika pembelajaran.
“Kesehatan mental di sini bukan berarti guru tidak sehat, tetapi bagaimana cara mengajar, mengendalikan emosi, dan meredam tekanan saat menghadapi siswa di kelas,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Menurutnya, pendekatan pembelajaran saat ini perlu bergeser dari sekadar penyampaian materi menjadi proses yang lebih memahami karakter dan kebutuhan siswa. Guru diharapkan mampu menyesuaikan metode mengajar dengan kondisi peserta didik.
Ia juga menyoroti masih adanya praktik pembelajaran yang belum sepenuhnya mempertimbangkan aspek psikologis anak. Karena itu, melalui bimtek ini, guru diarahkan untuk lebih peka dan mengedepankan pendekatan yang memanusiakan siswa.
“Artinya memahami dulu anaknya. Mengajar itu harus dengan hati,” tegasnya.
Selain itu, Saparudin menekankan pentingnya meninggalkan pola pendekatan berbasis kekerasan, baik secara verbal maupun tindakan, dalam proses belajar mengajar.
Lebih lanjut, ia berharap para guru mampu menciptakan suasana kelas yang tidak hanya kondusif secara akademik, tetapi juga mendukung perkembangan karakter dan kesehatan mental siswa secara menyeluruh.
“Harus dihilangkan itu budaya yang seperti sebelumnya, pendekatannya tidak lagi dengan kekerasan tapi bagaimana guru ini bisa merangkul anak-anak,” pungkasnya.
Lia Abdullah | Wong | ADV
Comments are closed.