BeritaKaltim.Co

Karakteristik Pemilih Samarinda Berbeda

BERITAKALTIM.CO-Karakteristik masyarakat Samarinda berbeda dengan daerah lain, sehingga tingkat partisipasi pemilih dalam
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Kota Samarinda, meskipun tidak sesuai dengan yang diharapkan berbagai pihak, namun tetap menunjukkan peningkatan, meski masih belum mencapai target nasional.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda, Firman Hidayat, bahwa angka partisipasi pemilih tahun ini mencapai 59,9 persen, meningkat 8 persen dibandingkan Pilkada 2020 yang hanya mencapai 51,8 persen.

“Kenaikan ini cukup signifikan, tetapi masih jauh dari target partisipasi nasional,” ujar Firman Hidayat di depan awak media di Hotel Haris.

Meski ada peningkatan, Firman Hidayat mengakui angka partisipasi di Samarinda ini tetap menjadi yang terendah, dibandingkan kabupaten/kota lain di Kalimantan Timur (Kaltim).

Salah satu penyebab utama rendahnya partisipasi adalah banyaknya pemilih yang terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT), namun tidak berada di Samarinda saat hari pemungutan suara pada 27 November lalu. Selain itu, sejumlah warga memilih menggunakan hak suaranya di luar daerah dengan fasilitas pindah memilih.

“Banyak masyarakat Samarinda yang seperti itu, di hari H pemilihan tidak berada di tempat, atau ada yang memilih di tempat lain,” jelas Firman Hidayat.

Tingkat golongan putih (golput) juga masih menjadi perhatian serius. Data menunjukkan, jumlah golput tahun ini mencapai 40,2 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan 48,2 persen pada Pilkada 2020. Meski begitu, menurutnya angka ini tetap jauh dari harapan.

Padahal, tegas Firman Hidayat, berbagai upaya telah dilakukan KPU Samarinda dan pemerintah kota untuk meningkatkan partisipasi, termasuk memperluas sosialisasi bersama pemerintah, partai politik, dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Firman membeberkan seluruh pihak telah berkontribusi maksimal, untuk mendorong pemilih datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada hari pemungutan suara.

Dengan demikian, evaluasi akan terus dilakukan, termasuk perihal strategi sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi pada pemilihan mendatang, dengan harapan dapat mendekati atau bahkan melampaui target nasional.

“Hanya saja, memilih adalah hak, bukan kewajiban. KPU Samarinda hanya memfasilitasi dan memantik partisipasi, selebihnya menjadi keputusan individu,” tegas Firman Hidayat.#

Reporter: Yani|Editor: Hoesin KH|Adv|KPU Samarinda

Comments are closed.