BERITAKALTIM.CO- Sebanyak 100 pemuda Kota Balikpapan yang tergabung dalam berbagai forum seperti Duta Pemuda, Duta Olahraga, Duta Wisata, Duta Pepelingasih, dan Forum Bela Negara mendapatkan pembekalan khusus melalui sosialisasi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika, yang digelar di Kantor Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan, Senin (21/7/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin Polda Kalimantan Timur, yang dilaksanakan untuk menanggulangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang kian mengkhawatirkan.
Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Kaltim, AKBP Musliadi Mustofa, menyampaikan bahwa peredaran narkotika di Kalimantan Timur, khususnya Balikpapan, berada dalam kondisi serius. Hingga pertengahan tahun 2025, total kasus narkotika yang berhasil diungkap mencapai 556 kasus, dengan 774 tersangka dan barang bukti mencapai 100 kilogram narkotika.
“Bayangkan saja, 100 kg narkoba jika dikonversikan ke rupiah dengan estimasi Rp1,5 juta per gram, nilainya mencapai miliaran rupiah. Ini ancaman nyata bagi generasi muda,” tegas Musliadi saat sosialisasi.
Ia juga mencontohkan bahwa dalam kasus narkoba apabila satu rumah bisa diperiksa hanya karena salah satu anggota keluarganya terlibat penyalahgunaan narkoba. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya penanganan narkotika di Indonesia. “Para orang tua juga jangan lengah. Anak-anak yang kelihatannya diam di kamar bisa saja sedang menyalahgunakan narkoba. Jangan sampai masa depan anak-anak kita hancur,” ujarnya.
AKBP Musliadi juga mengingatkan bahwa penanganan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri oleh aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan sinergi semua pihak baik pemerintah, masyarakat, lembaga pendidikan, hingga keluarga.
“Kegiatan sosialisasi ini bukan sekadar formalitas. Jadikan ini pedoman kita bersama untuk membangun lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari narkoba,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa mayoritas kasus di Polres, Polsek, dan bahkan Lapas dan Rutan di Kaltim didominasi oleh kasus narkoba, yang menandakan bahwa persoalan ini masih menjadi tantangan besar.
Dengan edukasi dan kesadaran kolektif, diharapkan peredaran dan penyalahgunaan narkoba bisa ditekan. Para duta yang hadir diharapkan dapat meneruskan informasi ini kepada keluarga, teman, dan lingkungan sekitar, menjadi penyambung pesan bahwa narkoba bukan jalan keluar, melainkan awal kehancuran.
“Mari kita lawan narkoba bersama-sama, mulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan. Karena masa depan bangsa ini ada di tangan pemuda,” pungkas AKBP Musliadi.
Sementara itu, Kepala Disparpora Balikpapan, dr. Ratih Kusuma, menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Saat ini jumlah pemuda di Kota Balikpapan mencapai sekitar 185.000 jiwa, dan mereka merupakan generasi penerus bangsa yang harus dipersiapkan dengan baik.
“Pemuda adalah masa depan bangsa. Oleh karena itu, mereka perlu dibekali pengetahuan yang memadai, termasuk tentang bahaya narkoba yang kini sudah merambah semua lapisan usia,” ucapnya.
Menurutnya, penyalahgunaan narkoba telah menjadi ancaman nasional, dan pemerintah menaruh perhatian besar terhadap persoalan ini. Sosialisasi seperti ini diharapkan bisa menjadi benteng pertama dalam melindungi generasi muda dari bahaya narkotika.
“Kami mengajak seluruh pemuda Balikpapan untuk berani mengatakan tidak pada narkoba. Dan saya yakin para duta yang hadir hari ini mampu menjadi agen perubahan di masyarakat,” tegas Ratih. #
Reporter: Niken | Editor: Wong
Comments are closed.