BeritaKaltim.Co

Jangan Sembarangan Bersihkan Telinga! Ini Penjelasan dari Spesialis THT di RSUD Bontang

BERITAKALTIM.CO – Kesehatan telinga sering kali dianggap remeh oleh banyak orang. Salah satunya adalah kebiasaan membersihkan telinga dengan menggunakan cotton bud, yang justru dapat membahayakan fungsi pendengaran.

Menurut dr. Natalia Idam S., Sp.THT, seorang spesialis THT di RSUD Taman Husada kota Bontang, membersihkan telinga dengan cotton bud sebenarnya tidak dianjurkan, bahkan bisa menyebabkan masalah yang lebih besar.

“Pada dasarnya, kotoran telinga itu ada fungsinya. Telinga kita sebenarnya sudah memiliki mekanisme alami untuk membersihkan dirinya sendiri. Kotoran telinga yang terkumpul tidak perlu dibersihkan setiap saat. Dalam kondisi normal, telinga tidak memerlukan pembersihan rutin,” ungkap dr. Natalia, Selasa, (29/7/2025).

Namun, ada beberapa orang yang mengalami penumpukan kotoran telinga lebih cepat. Untuk mereka, pembersihan telinga yang terlalu sering tentu tidak dianjurkan.

“Bersihkan telinga hanya jika memang diperlukan, dan sebaiknya tidak lebih dari enam bulan sekali. Pembersihan berlebihan justru bisa merusak saluran telinga,” lanjut dr. Natalia.

Salah satu kebiasaan yang seringkali dianggap tidak berbahaya namun justru berisiko adalah penggunaan cotton bud. Dr. Natalia menjelaskan,

“Cotton bud justru bukan alat yang efektif untuk membersihkan telinga. Bukannya mengangkat kotoran, cotton bud malah mendorong kotoran telinga ke dalam, yang bisa menyulitkan dokter ketika melakukan pembersihan.”

Lebih parah lagi, banyak kasus yang melibatkan anak-anak yang telinganya mengalami cedera akibat pembersihan yang tidak hati-hati.

“Ada banyak kasus di mana anak-anak datang dengan kondisi telinga berdarah, bahkan ada yang luka dan gendang telinga bocor hanya karena penggunaan cotton bud yang tidak tepat,” ujar dr. Natalia.

Tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun bisa mengalami dampak serius. Dr. Natalia mengungkapkan pengalamannya dengan seorang pasien ibu-ibu yang mengalami gangguan pendengaran cukup lama.

“Ternyata setelah saya memeriksa dan mengeluarkan gumpalan kotoran telinga yang menumpuk, pasien tersebut bisa mendengar dengan jelas lagi. Bukan karena sakit, tapi dia menangis terharu karena akhirnya bisa mendengar lagi setelah sekian lama,” tambahnya.

Meskipun terkadang kita merasa ingin membersihkan telinga untuk mengatasi rasa gatal atau ketidaknyamanan, dr. Natalia mengingatkan bahwa semakin sering telinga kita dibersihkan dengan cara yang salah, semakin telinga kita akan merasa

“ketagihan” untuk dibersihkan. Hal ini bisa menciptakan siklus yang berbahaya bagi kesehatan telinga.

Sebagai solusi, dr. Natalia menyarankan agar kita selalu berkonsultasi dengan dokter THT apabila merasa ada masalah pada telinga. Dokter akan memeriksa kondisi telinga dan memberikan perawatan yang tepat, tanpa risiko cedera atau infeksi.

“Jangan pernah anggap remeh kebiasaan membersihkan telinga yang salah, karena bisa menyebabkan luka atau kerusakan pada telinga. Ingat, telinga kita adalah salah satu organ penting yang harus dirawat dengan hati-hati dan bijaksana,” tutupnya.#

Reporter: San | Editor: Wong | Adv

Comments are closed.