BeritaKaltim.Co

Pendidikan Vokasi Kaltim Melesat, Indeks Kebekerjaan SMK Capai 89,5 Persen

BERITAKALTIM.CO — Pendidikan vokasi di Kalimantan Timur menunjukkan tren positif dalam lima tahun terakhir. Didukung pembentukan Tim Koordinasi Daerah (TKD) Vokasi sejak 2023, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim mencatat peningkatan signifikan dalam penyerapan tenaga kerja lulusan SMK di berbagai sektor industri.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur, Surasa, saat ditemui di Samarinda, Senin (15/9/2025).

“Kalau kita bicara data, dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sejak dibentuknya tim koordinasi daerah vokasi pada 2023 menunjukkan tren yang positif,” katanya.

Menurut Surasa, Ada dua indikator utama layanan minimal pendidikan SMK sehingga mengalami lonjakan peserta didik baru di SMK yang ada di kaltim.

”Pertama, tingkat keterserapan lulusan terhadap dunia kerja, dan yang kedua, tingkat kepuasan industri terhadap lulusan. Dua-duanya menunjukkan peningkatan,” tambahnya.

Surasa menyebutkan bahwa indeks kebekerjaan lulusan SMK di Kalimantan Timur per tahun 2024 mencapai 89,5 persen. Angka tersebut menempatkan Kaltim dalam 10 besar provinsi dengan tingkat serapan lulusan SMK tertinggi di Indonesia.

“Artinya, pendidikan vokasi di Kalimantan Timur telah berjalan sesuai arah dan tujuan, yaitu menyiapkan lulusan yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” tegasnya.

Ia menambahkan, salah satu indikator yang ikut mendorong pencapaian tersebut adalah kecepatan waktu tunggu lulusan untuk masuk ke dunia kerja yang semakin singkat dari tahun ke tahun.

“Kalau sebelumnya lulusan SMK menunggu 6–12 bulan, sekarang bisa hanya 1–3 bulan sudah bekerja, terutama bagi yang punya sertifikat kompetensi,” ujarnya.

Selain lebih cepat terserap dunia kerja, lulusan SMK yang telah memiliki sertifikasi kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) juga dilaporkan memiliki penghasilan yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang belum tersertifikasi.

“Sejak 2023, Pemerintah Provinsi secara masif memfasilitasi sertifikasi bagi siswa SMK di Kalimantan Timur. Hasilnya cukup signifikan,” jelas Surasa.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi sistemik pemerintah daerah dalam mendorong link and match antara pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Kalimantan Timur, dengan struktur demografi dan ekonomi yang heterogen, mencerminkan keragaman pendidikan vokasi nasional. Berdasarkan data Disdikbud Kaltim, terdapat tiga jurusan yang mendominasi pilihan siswa SMK.

“Pertama, jurusan bisnis dan manajemen. Kedua, teknologi informasi. Dan ketiga, teknologi rekayasa seperti teknik sepeda motor,” kata Surasa.

Ketiga jurusan tersebut mewakili 55 hingga 60 persen dari total kompetensi keahlian yang ada di seluruh SMK negeri dan swasta di Kalimantan Timur.

Surasa menyebutkan, jurusan-jurusan tersebut dianggap memiliki prospek kerja yang lebih terbuka dan sesuai dengan kebutuhan riil pasar kerja di wilayah Kalimantan Timur, terutama di sektor jasa, perdagangan, serta otomotif dan teknologi.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim terus mendorong penguatan pendidikan vokasi melalui berbagai program kemitraan, pelatihan guru kejuruan, penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri, dan pengembangan Teaching Factory (Tefa).

“Kita ingin SMK di Kalimantan Timur tidak hanya meluluskan tenaga kerja, tapi melahirkan wirausahawan muda yang siap membuka lapangan kerja,” pungkasnya.

Reporter : Yani | Editor : Wong

Comments are closed.