BERITAKALTIM.CO- Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi, dalam melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Hal itu disampaikannya dalam Seminar K3 Nasional 2025 yang digelar Fakultas Vokasi Universitas Balikpapan, di Hotel Maxone Balikpapan, pada hari Sabtu, 20 September 2025.
Menurut Bagus, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga ruang silaturahmi antara perguruan tinggi, industri, praktisi, alumni, dan pemerintah dalam semangat yang sama, yaitu membangun SDM K3 yang kompeten.
“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memajukan studi K3. Mahasiswa tidak bisa berjalan sendiri, mereka membutuhkan ekosistem pendukung, dan kampus adalah tempat terbaik untuk memulainya,” ujarnya saat memberikan sambutan sekaligus membuka Seminar K3 Nasional Tahun 2025.
Ia menyebutkan ada beberapa peran penting perguruan tinggi. Pertama, menyiapkan kurikulum yang relevan dengan perkembangan teknologi dan regulasi K3 terbaru. Kedua, menjadikan kampus sebagai pusat penelitian dan inovasi. Ketiga, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan sektor swasta melalui magang, sertifikasi profesi, hingga riset bersama.
Bagus juga menekankan peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam membangun budaya keselamatan. “Mahasiswa tidak hanya sebagai peserta didik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan sosial. Mereka adalah penerus bangsa, penjaga moral, dan pengingat pentingnya keselamatan di atas keuntungan,” tegasnya.
Ia mengingatkan adanya tiga tantangan utama bagi lulusan saat ini, yaitu persaingan kerja yang semakin ketat, ketidaksesuaian pendidikan dengan kebutuhan industri, serta disrupsi teknologi Revolusi Industri 4.0. “Karena itu, lulusan harus menyiapkan diri sejak dini dengan pengalaman magang, organisasi, maupun sertifikasi,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi peran Universitas Balikpapan khususnya Program Studi D4 K3 yang berkomitmen menghasilkan lulusan profesional, mandiri, dan berbudaya di tingkat nasional maupun internasional. Visi tersebut dinilainya sejalan dengan arah pembangunan Kota Balikpapan sebagai kota global yang nyaman untuk semua, sekaligus mendukung keberlanjutan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Wawali juga menyinggung sembilan program prioritas Pemkot Balikpapan, mulai dari transformasi birokrasi, peningkatan kesehatan dan pendidikan, pengentasan stunting, penyediaan air bersih, pengendalian banjir, lingkungan hidup yang sehat, pengembangan pariwisata dan MICE, kota inovatif, hingga kota ramah anak.
“Ke depan, saya berharap sinergi ini tidak berhenti di ruang seminar. Perguruan tinggi harus melahirkan lulusan yang siap menghadapi tantangan industri. Pemerintah kota akan mendukung dengan kebijakan yang berpihak pada keselamatan, dan masyarakat harus menanamkan budaya K3 kapan pun dan di mana pun,” ungkapnya.
Ia menutup dengan ajakan agar keselamatan dan kesehatan kerja dijadikan budaya, bukan sekadar aturan.
“Keselamatan manusia adalah fondasi utama keberlangsungan usaha dan kesejahteraan bangsa,” pungkasnya. #
Reporter: Niken | Editor: Wong
Comments are closed.