BERITAKALTIM.CO — Hasil survei terbaru Poltracking Indonesia menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia puas terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam satu tahun terakhir.
Survei yang dirilis pada Minggu (19/10/2025) itu mencatat 78,2 persen responden menyatakan puas, terdiri dari 9,8 persen sangat puas dan 68,3 persen cukup puas.
“Secara umum, apresiasi publik terhadap kinerja pemerintah relatif merata di semua wilayah Indonesia,” kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda Rasyid, dalam pemaparan hasil survei secara daring yang diikuti dari Jakarta.
Dari hasil tabulasi silang, Jawa Timur menjadi daerah dengan tingkat kepuasan tertinggi, mencapai 85,4 persen.
Disusul oleh Kalimantan (83,9 persen), Sumatera (83,2 persen), dan Jawa Barat (78,7 persen).
Sementara tingkat kepuasan terendah berasal dari wilayah Maluku-Papua, yakni 63,1 persen.
Berikut sebaran lengkap tingkat kepuasan publik per wilayah:
-
Jawa Timur: 85,4%
-
Kalimantan: 83,9%
-
Sumatera: 83,2%
-
Jawa Barat: 78,7%
-
Jakarta–Banten: 77,1%
-
Sulawesi: 72,4%
-
Jawa Tengah–DIY: 70,7%
-
Bali–Nusa Tenggara: 67,2%
-
Maluku–Papua: 63,1%
Alasan Publik Puas dan Tidak Puas
Hanta menjelaskan, kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran didorong oleh beberapa faktor utama, di antaranya:
-
Kepemimpinan tegas dan berwibawa (18,8%)
-
Bantuan pemerintah tepat sasaran (12,3%)
-
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) (10,4%)
-
Pemberantasan korupsi (8,1%)
-
Kinerja yang terbukti (6,2%)
Namun, masih ada 19,3 persen responden yang mengaku tidak puas, terdiri dari 17,3 persen kurang puas dan 2 persen sangat tidak puas.
Alasan ketidakpuasan tersebut meliputi:
-
Ekonomi belum stabil (26,7%)
-
Bantuan tidak tepat sasaran (15,7%)
-
Kasus korupsi (8,9%)
-
Harga kebutuhan pokok mahal (7%)
-
Kurangnya lapangan kerja (6,3%)
“Lima alasan ini penting menjadi masukan bagi pemerintahan Prabowo–Gibran dalam menata kebijakan ke depan,” ujar Hanta.
Bidang Pendidikan dan Kesehatan Dapat Nilai Tinggi
Dari sisi sektor kebijakan, bidang pendidikan menempati posisi tertinggi dengan 79 persen kepuasan publik.
Disusul bidang kesehatan (76,6%), pertahanan dan keamanan (75,5%), serta sosial budaya (74,9%).
Sebaliknya, bidang ekonomi masih menjadi titik lemah, dengan tingkat kepuasan hanya 57,4 persen — terendah dibanding bidang lain seperti politik dan stabilitas nasional (65,7%) serta hukum dan pemberantasan korupsi (68,2%).
“Bidang ekonomi selalu paling rendah. Ini menjadi catatan penting bagi pemerintah,” tegas Hanta.
Survei Poltracking dilakukan terhadap 1.220 responden warga negara Indonesia berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.
Metode yang digunakan adalah multistage random sampling, dengan wawancara tatap muka pada 3–10 Oktober 2025.
Survei ini memiliki margin of error ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
ANTARA | Wong
Comments are closed.