BeritaKaltim.Co

Waspada Influenza Tipe A, Dinkes Kaltim Pastikan Kondisi Masih Aman dan Terkendali

BERITAKALTIM.CO — Meningkatnya kasus influenza tipe A di DKI Jakarta membuat sejumlah daerah di Indonesia meningkatkan kewaspadaan. Namun, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, memastikan bahwa hingga saat ini Kaltim belum menunjukkan lonjakan kasus serupa dan situasi masih terkendali.

Menurut Jaya, meskipun Indonesia memiliki kesamaan iklim dan tingkat mobilitas antarwilayah yang tinggi, tidak serta merta setiap provinsi akan mengalami peningkatan kasus yang sama seperti di ibu kota.

“Pada dasarnya Indonesia ini satu iklim, tropis dan subtropis. Ketika di satu wilayah seperti Jakarta muncul peningkatan prevalensi influenza, memang secara mobilitas bisa berpengaruh ke daerah lain. Tapi untuk Kalimantan Timur, peningkatan kasusnya tidak seperti di Jakarta,” ujar Jaya Mualimin di Samarinda, Senin (3/11/2025).

Ia menjelaskan, hingga saat ini belum ada laporan signifikan terkait peningkatan kasus influenza A di Kaltim. Beberapa kasus flu musiman masih dalam batas wajar, dan tidak ada indikasi penyebaran luas di masyarakat.

“Mungkin ada kasus influenza, tapi peningkatannya tidak signifikan. Sama seperti tahun lalu saat ada temuan flu burung yang termasuk kategori influenza A, setelah dicek ternyata sampelnya hanya ditemukan di unggas, bukan manusia. Jadi sebenarnya kondisi kita masih aman,” kata Jaya.

Meski belum ditemukan lonjakan kasus, Dinas Kesehatan Kaltim tetap menyiapkan langkah antisipatif melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) sebuah sistem pemantauan penyakit menular yang bekerja secara real-time selama 24 jam.

“Kami ada sistem namanya SKDR, Sistem Kewaspadaan Dini dan Responsif. Setiap satu kali 24 jam, laporan dari seluruh fasilitas kesehatan masuk ke aplikasi ini. Kalau ada peningkatan kasus, sistem akan memberikan peringatan agar kita bisa segera bertindak,” terang Jaya.

Begitu ada indikasi kenaikan kasus, Dinkes akan langsung melakukan pemeriksaan laboratorium menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk memastikan jenis virus yang terdeteksi.

“Kalau ada peningkatan, kami segera lakukan pemeriksaan sampel. Yang diperiksa itu DNA virusnya. Dengan PCR, kita bisa mengetahui jenis dan rantai DNA virus yang sedang muncul, termasuk apakah itu influenza A, B, atau yang lain,” jelasnya.

Jaya juga menjelaskan bahwa penyakit seperti influenza termasuk kategori re-emerging disease, yakni penyakit lama yang bisa kembali muncul karena faktor lingkungan, cuaca, atau mobilitas manusia.

Selain itu, pihaknya juga mewaspadai kemungkinan munculnya emerging disease penyakit infeksi baru yang sebelumnya belum pernah terdeteksi.

“Influenza ini termasuk re-emerging disease. Kita juga harus waspada terhadap new emerging disease, penyakit infeksi baru yang mungkin muncul di masa depan. Jadi langkah deteksi dini dan respons cepat itu penting,” ujarnya.

Dinkes Kaltim mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun tetap waspada dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat. Langkah sederhana seperti mencuci tangan, memakai masker di tempat ramai, menjaga asupan gizi, dan cukup istirahat sangat efektif untuk mencegah penularan influenza.

“Masyarakat tidak perlu panik, tapi tetap harus waspada. Perilaku hidup bersih dan sehat adalah kunci utama pencegahan. Kalau ada gejala seperti demam, batuk, atau pilek berkepanjangan, segera periksa ke fasilitas kesehatan,” tegas Jaya.

Ia juga memastikan bahwa seluruh fasilitas kesehatan di Kaltim, baik rumah sakit maupun puskesmas, telah siap siaga menghadapi potensi peningkatan kasus influenza.

“Semua faskes sudah tahu protokolnya. Kalau nanti ada peningkatan kasus, pemeriksaan dan tindak lanjut bisa dilakukan cepat. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, karena Kaltim dalam kondisi aman dan terkendali,” pungkasnya.

YANI | WONG

Comments are closed.