BeritaKaltim.Co

Wagub Kaltim Seno Aji Sebut 33.546 Mahasiswa Sudah Nikmati Gratispol 2025, Anggaran 2026 Naik Jadi Rp1,3 Triliun

BERITAKALTIM.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan komitmennya dalam memperluas manfaat program pendidikan Gratispol bagi mahasiswa di seluruh wilayah. Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyampaikan bahwa pada tahun anggaran 2025, program tersebut telah mengucurkan dana sebesar Rp204,63 miliar untuk membantu 33.546 mahasiswa baru di berbagai perguruan tinggi di Bumi Etam.

“Anggaran tahun 2025 yang sedang berjalan ini sebanyak Rp204.634.516.420. Dana itu diberikan untuk 33.546 mahasiswa baru, dan itu sudah dinikmati adik-adik sekalian,” kata Seno saat memberikan kuliah umum di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris UINSI), Jumat (28/11/2025).

Ia menegaskan bahwa bantuan pada 2025 masih mencakup pembayaran UKT semester pertama, dan Pemprov telah memastikan keberlanjutan bantuan untuk semester berikutnya.

“Ini baru semester satu. Tahun depan kalian masuk semester dua. Kira-kira dapat lagi tidak? kalian semua memang berhak mendapatkannya” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Seno mengumumkan bahwa Pemprov Kaltim telah menyiapkan lonjakan anggaran besar untuk pelaksanaan Gratispol pada tahun 2026.

“Untuk tahun 2026, anggaran yang kita siapkan mencapai Rp1.3 triliun Program ini akan menyasar 124.045 mahasiswa di seluruh universitas di Kalimantan Timur,” ujarnya.

Kenaikan anggaran tersebut disebut sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam membuka akses pendidikan tinggi seluas-luasnya bagi seluruh pemuda Kaltim, tanpa membedakan latar belakang ekonomi.

“Semua anak-anak kita yang berkuliah, baik di negeri maupun swasta, akan masuk dalam sasaran bantuan ini. Tidak boleh ada yang tertinggal.”jelasnya.

Seno menegaskan bahwa Gratispol merupakan program pendidikan gratis paling ambisius yang pernah dijalankan pemerintah daerah di Indonesia.

Menurut dia, konsep ini mencontoh negara-negara Eropa yang telah lama menyediakan biaya kuliah gratis, seperti Polandia dan beberapa negara Uni Eropa lainnya.

“Program pendidikan gratis ini di Eropa sudah berjalan lama. Kalau kalian kuliah di Polandia dan negara-negara lain, mereka memang memberikan pendidikan tinggi secara gratis. Alhamdulillah, di tanah air, Kalimantan Timur menjadi daerah pertama yang menerapkan program sebesar ini,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Pemprov menargetkan kenaikan anggaran secara bertahap hingga mendekati Rp1,5 triliun pada tahun 2027–2030, seiring peningkatan jumlah mahasiswa dan perluasan cakupan program.

“Ini program ambisius, tetapi kita lakukan demi masa depan Kalimantan Timur dan generasi emas 2045,” pungkasnya.

YANI | WONG | ADV Diskominfo Kaltim

Comments are closed.