BeritaKaltim.Co

Pelecehan Seksual Penumpang Bus, Tigor Dorong Transjakarta Tempuh Jalur Hukum

BERITAKALTIM.CO-Analis kebijakan transportasi Azas Tigor Nainggolan meminta PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) membawa pelaku pelecehan seksual di dalam bus ke ranah hukum dengan melaporkannya kepada kepolisian guna menimbulkan efek jera.

“Perlu penanganan tuntas dan dikenakan sanksi hukum tegas terhadap pelaku agar ini menjadi edukasi publik dan efek jera terhadap calon pelaku lainnya,” kata Tigor yang juga Ketua Koalisi Warga untuk Transportasi (KAWAT) Jakarta di Jakarta, Jumat.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul kasus pelecehan seksual terhadap penumpang perempuan di bus Transjakarta rute 1A (Balai Kota–Pantai Maju) yang terjadi pada 1 Januari 2026.

Selain penindakan hukum terhadap pelaku, Tigor menekankan pentingnya pendampingan kepada korban untuk membantu pemulihan trauma sekaligus mendorong keberanian korban melapor secara resmi ke aparat penegak hukum.

“Pendampingan juga dibutuhkan agar dia berani melaporkan ke polisi kejadian pelecehan seksualnya, didampingi oleh pengelola bus Transjakarta,” ujarnya.

Ia menilai, tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi umum, khususnya Transjakarta, membuat kondisi armada kerap padat saat jam sibuk. Situasi tersebut, menurutnya, meningkatkan kerawanan tindak pidana seperti pelecehan seksual dan pencurian.

Oleh karena itu, Tigor meminta pengelola layanan angkutan umum memastikan sistem keamanan berjalan optimal agar layanan tetap aman dan nyaman, terutama bagi perempuan, kelompok rentan, dan anak-anak.

“Operator angkutan umum dapat mengaktifkan seluruh sistem kontrol layanan, seperti kamera pengawas (CCTV) dan kehadiran petugas di dalam bus Transjakarta agar penanganan dan pencegahan bisa lebih cepat serta tuntas menolong korban maupun calon korban,” tuturnya.

Selain aspek pengamanan, ia juga menilai pentingnya edukasi kepada penumpang, termasuk penyampaian informasi terbuka serta penyediaan sistem pelayanan korban pelecehan seksual yang responsif, cepat, dan ramah.

“Tindakan respons cepat, terbuka, dan penanganan tuntas ini akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat agar tetap mau menggunakan layanan transportasi umum Jakarta,” kata Tigor.

ANTARA|Wong|Ar

Comments are closed.