BeritaKaltim.Co

Pemkab Penajam Kembangkan Benih Padi Garuda, Target Panen 9 Ton per Hektare

BERITAKALTIM.CO-Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, mengembangkan benih padi Garuda yang dinilai sesuai dengan karakteristik lahan pertanian setempat sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan hasil panen petani.

“Selama ini panen padi petani masih berkisar tiga hingga lima ton per hektare,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara Andi Trasodiharto, Selasa.

Ia menjelaskan, luas lahan pertanian padi produktif di Kabupaten Penajam Paser Utara mencapai 14.070 hektare dengan rata-rata hasil panen 3–4 ton per hektare dalam satu kali panen. Dalam setahun, petani umumnya melakukan dua kali panen.

Pada tahun 2024, total produksi padi di daerah tersebut mencapai 50.672 ton. Sementara itu, pada musim tanam pertama dan kedua 2025, produksi padi tercatat mencapai 24.500 ton, dengan musim tanam ketiga berlangsung pada periode Oktober 2025 hingga Maret 2026.

Melalui pengembangan benih padi Garuda, pemerintah daerah menargetkan peningkatan produktivitas secara signifikan.

“Diharapkan hasil pengembangan benih padi Garuda bisa mencapai tujuh sampai sembilan ton per hektare,” kata Andi.

Ia menjelaskan, benih padi Garuda diuji coba pada lahan dengan tingkat keasaman tanah (pH) rendah, karena sebagian besar lahan pertanian di Penajam Paser Utara memiliki karakteristik tersebut. Benih ini dinilai mampu beradaptasi dengan kondisi cuaca serta kondisi lahan setempat.

Pengembangan benih unggul padi Garuda dilakukan melalui demonstration plot (demplot) di lahan kritis, agar benih yang dihasilkan benar-benar adaptif terhadap lahan dengan pH tanah rendah atau di bawah angka tujuh.

“Benih padi Garuda dipilih karena dinilai paling cocok dengan karakteristik lahan pertanian di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara,” ujarnya.

Pada tahun ini, pengembangan benih padi Garuda dilakukan di demplot seluas 50 hektare, yang tersebar di Desa Sri Raharja, Desa Sumber Sari, dan Desa Rawa Mulya.

Pemkab Penajam Paser Utara berharap pengembangan benih unggul tersebut dapat menjadi solusi peningkatan produksi padi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

ANTARA|Wong|Ar

Comments are closed.