BERITAKALTIM.CO-Pemerintah terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) sebagai bagian dari upaya rehabilitasi dan rekonstruksi (RR) pascabencana di wilayah Sumatera. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat terdampak bencana segera menempati hunian yang lebih layak dan aman.
Dalam keterangan Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) di Jakarta, Kamis, disebutkan bahwa progres pembangunan huntara di lapangan menunjukkan hasil yang signifikan.
Di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, personel TNI dari Komando Distrik Militer setempat membangun huntara bagi warga terdampak bencana di Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren. Sejumlah unit huntara telah berdiri dan memasuki tahap penyempurnaan, sementara pembangunan kerangka bangunan baru terus dilakukan guna menambah kapasitas hunian.
Di Sumatera Barat, percepatan pembangunan huntara juga berlangsung pesat. Tercatat sembilan kawasan huntara telah rampung dan siap huni, yang tersebar di Kabupaten Lima Puluh Kota, Agam, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Tanah Datar, serta Kota Padang.
Sementara itu, satu kawasan huntara di Kabupaten Pesisir Selatan masih dalam tahap pembangunan dengan progres mencapai 65 persen. Huntara yang berlokasi di Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Nagari Puluik-Puluik, terus dikebut agar segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Di Sumatera Utara, pembangunan huntara berjalan beriringan dengan percepatan pembangunan hunian tetap (huntap). Di kawasan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, pengecoran struktur bangunan huntap telah dimulai di atas lahan PTPN IV, disertai penyiapan material konstruksi untuk mendukung tahapan pembangunan selanjutnya.
Hunian permanen tersebut disiapkan sebagai solusi jangka panjang bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
Sebelumnya, dalam Konferensi Pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera di Jakarta, Rabu (11/2), Ketua Satuan Tugas PRR sekaligus Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pemindahan warga dari tenda darurat ke hunian yang lebih permanen.
Pemerintah menargetkan pembangunan 17.036 unit huntara. Hingga saat ini, sebanyak 5.489 unit atau sekitar 32 persen telah berhasil diselesaikan di tiga provinsi terdampak.
Sementara itu, pembangunan huntap ditargetkan mencapai 15.719 unit, dengan rincian 3.657 unit di Sumatera Barat, 3.462 unit di Sumatera Utara, dan 8.600 unit di Aceh.
Seluruh proses pembangunan huntara dan huntap dilakukan melalui kerja terpadu antara BNPB, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, pemerintah daerah, serta dukungan aktif TNI dalam pengerjaan fisik dan distribusi material.
ANTARA|Wong|Ar
Comments are closed.