BeritaKaltim.Co

CIMB Niaga Mencatat Kinerja Solid Sepanjang 2025, Mengukuhkan Posisinya dalam Industri Perbankan Indonesia

BERITAKALTIM.CO – Presiden Direktur & CEO PT Bank CIMB Niaga Tbk, Lani Darmawan, menegaskan kinerja perseroan sepanjang 2025 mencerminkan konsistensi performa dan kesehatan fundamental bisnis bank.

“Kami menyampaikan bahwa hasil kinerja CIMB Niaga pada tahun 2025 mencerminkan konsistensi performa serta kesehatan fundamental bisnis Bank,” ujar Lani dalam keterangannya.

‎Lani Darmawan menjelaskan bahwa sepanjang tahun tersebut, perseroan berhasil memperkuat posisi likuiditas dan permodalan sehingga memperkokoh landasan pertumbuhan sekaligus memastikan penciptaan nilai jangka panjang.

‎Lebih lanjut, Kerangka manajemen risiko juga dinilai tetap terjaga. Hal itu tercermin dari rasio kredit bermasalah bruto (gross non-performing loan/NPL) sebesar 1,81% dan cost of credit (CoC) yang menurun menjadi 0,74%.

‎Kendati demikian, perseroan juga membukukan return on equity (ROE) sebesar 13,0%, yang menunjukkan kemampuan bank menghasilkan profitabilitas stabil dengan profil keuangan yang disiplin.

‎Lani juga menambahkan dalam memasuki 2026, CIMB Niaga akan tetap fokus pada pertumbuhan kredit yang prudent, menjaga kualitas aset, memperkuat basis dana murah (CASA), serta menjalankan pengelolaan biaya secara disiplin.

“Dengan strategi Forward30 sebagai panduan, kami meyakini dapat mempertahankan kinerja yang baik dan memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi para stakeholders, termasuk nasabah dan masyarakat luas. Komitmen ini juga mencerminkan purpose kami ‘Advancing Customers and Society’,” ujarnya

‎Selain itu, dari sisi permodalan, bank menjaga posisi yang solid dengan capital adequacy ratio (CAR) sebesar 24,8% dan loan to deposit ratio (LDR) di level 86,8%.

‎Per 31 Desember 2025, total aset konsolidasian CIMB Niaga tercatat Rp372,7 triliun, memperkuat posisinya sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.

Total Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat menjadi Rp270,5 triliun atau tumbuh 3,8% year-on-year (YoY). Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan CASA sebesar 10,1% YoY menjadi Rp189,5 triliun, sehingga rasio CASA mencapai 70,0%.
‎Perseroan menilai capaian ini merupakan hasil dari penguatan hubungan dengan nasabah sekaligus peningkatan pengalaman perbankan digital.

Di sisi penyaluran kredit, total kredit/pembiayaan naik 4,5% YoY menjadi Rp238,3 triliun. Pertumbuhan tertinggi berasal dari segmen Perbankan Korporat yang naik 6,7% YoY, disusul Perbankan Konsumer 3,4% YoY dan Usaha Kecil Menengah (UKM) 2,0% YoY.

‎”Pada kredit ritel, pertumbuhan terutama ditopang Kredit Pemilikan Mobil (KPM) yang melonjak 10,1% YoY,” ungkapnya

Sementara itu, CIMB Niaga Syariah terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu Unit Usaha Syariah terbesar di Indonesia. Hingga akhir 2025, total pembiayaan syariah mencapai Rp55,7 triliun dengan DPK sebesar Rp50,3 triliun.

Perseroan juga terus memperkuat struktur pendanaan melalui optimalisasi sumber dana yang efisien, termasuk pengembangan jaringan berbasis komunitas dan kemitraan strategis berbasis prinsip syariah.

Langkah ini diharapkan mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan sekaligus berkontribusi pada penguatan ekosistem keuangan syariah nasional.

SANDI | WONG

Comments are closed.